MobilKomersial.com — Daimler Truck menerapkan strategi ganda yang berfokus penuh pada dua teknologi bebas emisi lokal untuk mendekonstruksi ketergantungan pada bahan bakar fosil di sektor logistik.
Strategi itu melalui truk berbasis baterai-elektrik (BEV) yang diwakili oleh Mercedes-Benz eActros 600, serta truk berbasis sel bahan bakar hidrogen (FCEV) melalui Mercedes-Benz NextGenH2 Truck yang direncanakan meluncur dalam skala kecil mulai akhir tahun 2026.
Baca Juga: Fuso Bus Resmi Dibentuk, Siap Tantang Dominasi Bus Listrik Dunia!
Meskipun sekilas keduanya tampak serupa dari luar karena mengusung kabin aerodinamis ProCabin, arsitektur teknis di dalam sasisnya memiliki karakteristik yang sangat berbeda untuk menjawab tantangan operasional yang spesifik.
Kesamaan Arsitektur Penggerak Listrik
Pada dasarnya, kedua truk ini ditenagai oleh basis mekanis penggerak yang identik, yaitu electric drive axle (eAxle) terintegrasi yang dikembangkan secara mandiri oleh Mercedes-Benz Trucks.

Komponen kompak yang dipasang di antara roda belakang ini menyatukan motor listrik, elektronik daya (power electronics), serta transmisi empat percepatan langsung menjadi satu kesatuan.
Penggunaan eAxle ini memastikan torsi instan yang tinggi sejak kendaraan mulai bergerak, penyaluran tenaga yang halus tanpa jeda, serta operasional kabin yang sangat senyap demi kenyamanan pengemudi pada rute jarak jauh.
Kedua sistem juga berbagi modul elektrik bertegangan tinggi serta fitur keselamatan mutakhir seperti Active Brake Assist 6 dan Active Sideguard Assist 2. Selain itu, kesamaan krusial lainnya terletak pada kemampuan rekuperasi energi.
Saat truk melakukan deselerasi atau menuruni medan landai, eAxle akan beralih fungsi menjadi generator untuk menangkap kembali energi kinetik dan mengubahnya menjadi arus listrik guna mengisi daya baterai di dalam truk.

Prinsip Kerja dan Spesifikasi Truk BEV
Mercedes-Benz eActros 600 dirancang dengan fokus pada efisiensi penyimpanan energi listrik secara langsung. Dimana, truk ini mengemas sistem baterai masif dengan kapasitas total mencapai 621 kWh.
Terbagi ke dalam 3 paket baterai berbasis Lithium-Iron-Phosphate (LFP). Karakteristik kimia sel baterai pada truk ini memungkinkan pengemudi memanfaatkan hingga lebih dari 95% dari total kapasitas terpasang secara aman tanpa merusak struktur sel.
Baca Juga: Mulai Serius Main EV, Isuzu Resmikan Fasilitas Pengembangan Truk dan Bus Listrik Masa Depan
Dengan berat kombinasi kotor mencapai 44 ton dan muatan bersih sekitar 22 ton di wilayah Uni Eropa, eActros 600 mampu menempuh jarak hingga 500 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.
Menggunakan infrastruktur pengisian daya tinggi (megawatt charging), pengisian energi dapat diintegrasikan dengan waktu istirahat wajib pengemudi, sehingga jarak tempuh harian truk ini dapat melampaui 1.000 km.











