MobilKomersial.com — Peran penting kendaraan yang menggunakan sistem hybrid kian diminati masyarakat, pasalnya harga BBM yang terus melambung tinggi membuat kendaraan yang menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik patut dipertimbangkan.
Menanggapi hal tersebut, Chery Indonesia hadir memberikan pilihan lini kendaraan dengan efisiensi pengeluaran operasional lewat inovasi Chery Super Hybrid (CSH) yang memungkinkan biaya penggunaan energi ditekan hingga Rp13 ribuan untuk mobilitas rutin serta menjamin daya jelajah maksimum hingga 1.200 km.
“Di tengah meningkatnya perhatian konsumen terhadap biaya mobilitas, Chery ingin berkontribusi dalam menghadirkan solusi efisiensi tanpa mengurangi kenyamanan dan fleksibilitas berkendara,” kata Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Cara Kerja Forward Collision Mitigation di Mobil Mitsubishi, Berkendara Jadi Lebih Aman

Komitmen tersebut, kata Budi, dihadirkan melalui teknologi yang disesuaikan dengan pola mobilitas masyarakat Indonesia. Pada lini Chery Super Hybrid, konsumen dapat melihat manfaat efisiensi secara lebih nyata melalui simulasi biaya energi untuk penggunaan harian.
“Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH sebagai Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mengusung konsep Weekday EV, Weekend Hybrid. Ppengguna dapat menikmati efisiensi berkendara layaknya kendaraan listrik untuk aktivitas harian, sekaligus tetap memiliki fleksibilitas daya jelajah saat melakukan perjalanan luar kota bersama keluarga,” ujarnya.
Berdasarkan simulasi dengan asumsi harga bahan bakar Rp16.250 per liter dan tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh. Pada skenario weekday EV, perjalanan harian pulang-pergi sejauh 40 kilometer dapat dilakukan dengan mode listrik, dengan estimasi biaya energi sekitar Rp13.878 per hari untuk Tiggo 8 CSH dan Rp13.073 per hari untuk Tiggo 9 CSH.

Untuk skenario weekend hybrid, perjalanan luar kota sejauh 240 kilometer membutuhkan biaya energi sekitar Rp159.513 pada Tiggo 8 CSH. Sementara pada Tiggo 9 CSH, dengan memanfaatkan pengisian daya berkala di tengah perjalanan (setiap 120 km), seluruh jarak akhir pekan tersebut dapat ditempuh murni menggunakan mode listrik tanpa konsumsi bensin sama sekali, sehingga biayanya sangat hemat hanya Rp78,462.
Sementara itu, Tiggo Cross CSH sebagai model HEV mengusung konsep Save Everyday dengan konsumsi bahan bakar sekitar 20 km/liter atau biaya penggunaan sekitar Rp812,5 per kilometer. Untuk perjalanan harian 40 kilometer, biaya energi Tiggo Cross CSH sekitar Rp32.500 per hari, sedangkan untuk 60 kilometer sekitar Rp48.750 per hari.
“Melalui Chery Super Hybrid, kami ingin menunjukkan bahwa efisiensi dan fleksibilitas dapat berjalan beriringan. Konsumen memiliki kebebasan memilih antara kendaraan yang hemat atau kendaraan yang mampu mendukung berbagai kebutuhan perjalanan. Kami menghadirkan teknologi yang memungkinkan keduanya hadir dalam satu pengalaman berkendara,” tambah Budi.











