MobilKomersial.com — Masifnya truk asal China yang masuk ke Indonesia berdampak buruk bagi industri kendaraan niaga serta industri karoseri lokal, pasalnya truk yang masuk ke Tanah Air secara utuh itu dinilai tak mematuhi aturan yang berlaku.
Seperti nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), berdasarkan peraturan pemerintah, kendaraan niaga wajib memenuhi syarat yang harus dicapai untuk mencapai persentase komponen lokal tertentu guna mendorong industri manufaktur domestik.
Direktur PT Metalindo Teknik Utama (MTU) Karoseri, Syarifuddin Tangka mengungkapkan bahwa industri karoseri lokal terancam dengan keberadaan truk China yang datang langsung secara utuh dilengkapi bak atau dump untuk mengangkut muatan.
Baca juga: Dilema Karoseri Lokal dengan Serbuan Impor Truk China

“Kejadian ini sudah dua sampai tiga tahun kebelakang, masuknya truk China sangat berdampak sekali bagi karoseri lokal, karena mereka datang itu sudah lengkap dengan dumpnya kalau yang untuk pertambangan atau off-road,” kata Syarifuddin beberapa waktu lalu.
Menurut Syarifuddin, pihaknya masih diberikan keberuntungan karena bisnis logistik di Indonesia tetap menjadi primadona sehingga pembuatan ‘rumah’ untuk truk spesifikasi on-road masih terus berjalan hingga hari ini.
“Kalau saya dengar dari teman – teman di diler, untuk pasar mining ini terus menurun dari tahun lalu, ini boleh dicek nanti di data Gaikindo. Lalu bicara soal emisi, truk China ini kan datang masih banyak yang Euro 2 atau 3,” ujarnya.
Baca juga: Truk China Masif Masuk Indonesia, Hino Tetap Optimis dengan Penjualan
Syarifuddin juga mengatakan bahwa pihaknya melalui Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) sudah berkali-kali bertemu dengan perwakilan pemerintah maupun kementerian untuk menyuarakan keresahan yang terjadi ini.
“Kita itu sebelum ada impor truk China ini, orderan atau produksi kita itu bisa 30 sampai 50 unit tiap satu bulannya. Sekarang ya jangan harap, 1 atau 2 orderan saja yang masuk ke kami terlihat jelas perbedaan yang sangat jauh,” ungkapnya.











