Mobilkomersial.com — Di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, PT Jio Distribusi Indonesia selaku agen pemegang merek BAIC di Indonesia menawarkan solusi mobilitas baru lewat peluncuran BAIC BJ30 Hybrid.
SUV ini dirancang khusus untuk menekan biaya operasional harian tanpa memaksa penggunanya mengubah kebiasaan berkendara konvensional.
Baca Juga: Bukan Gimmick! Ternyata Ini Manfaat Nyata Fitur Driving Score Pada Mitsubishi Destinator
Langkah ini diambil sebagai respons atas melambungnya harga BBM jenis Pertamax Turbo yang menyentuh angka Rp 20.750 per liter dan Pertamina Dex yang berada di angka Rp 24.800 per liter.
Dengan memanfaatkan sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV), BJ30 Hybrid mampu mengoptimalkan konsumsi energi dengan mengatur perpindahan daya antara mesin bensin dan motor listrik secara otomatis.

Apalagi, sebagai kendaraan berteknologi hibrida, pengguna juga tidak perlu bergantung pada stasiun pengisian daya luar (charging station), sebab daya baterai akan terisi mandiri melalui teknologi regeneratif saat mobil melaju.
Dari sisi spesifikasi teknis, kendaraan penggerak roda depan (FWD) ini mengandalkan mesin 1.5L Turbo Hybrid berkode A156T2H-HI dengan kapasitas murni 1.498 cc yang dapat menghasilkan tenaga kombinasi mencapai 403 dk dan torsi puncak 685 Nm.
Daya ini disalurkan melalui transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) 2-percepatan, didukung baterai berkapasitas 19 kWh. Konfigurasi tersebut memungkinkan SUV 5 seaters ini dapat berakselerasi dari posisi diam hingga 100 kpj (km/jam) dalam waktu 6,9 detik.
Lebih valid lagi, kualitas dapur pacunya sendiri telah diakui secara global dengan meraih penghargaan salah satu dari ‘10 Mesin Terbaik di Tiongkok’ karena memiliki getaran rendah serta daya tahan yang teruji.

“BAIC BJ30 Hybrid hadir sebagai jawaban atas kebutuhan konsumen yang menginginkan SUV tangguh, nyaman, sekaligus efisien di tengah kenaikan harga BBM,” ungkap Dhani Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Jumat (5/6/2026).
“Kendaraan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan para commuter yang rutin melakukan perjalanan antar kota, para weekender yang gemar menjelajahi destinasi luar kota bahkan sangat fleksibel untuk menjadi teman perjalanan dalam penggunaan apapun,” tambahnya.
Baca Juga: Macet Stop-and-Go Bikin Kantong Jebol? Mobil Ini Cuma Butuh Rp 32 Ribu per 100 Km!
“Teknologi hybrid yang kami usung memungkinkan pengguna menikmati efisiensi bahan bakar yang optimal tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya listrik, karena sistem hybrid bekerja secara otomatis dan praktis,” jelas Dhani Yahya.
Di sisi lain, Ia juga menegaskan kemampuan adaptasi kendaraan ini di berbagai medan jalanan di Indonesia. Dimana, BJ30 Hybrid diklaim tetap menawarkan kenyamanan dan rasa aman dalam berbagai kondisi jalan.

Berdasarkan pengujian internal, sistem hibrida ini mencatat efisiensi BBM hingga 15,5 kpl (Km/L), membuat pemilik tetap rasional memakai BBM jenis Pertamax seharga Rp 12.300 per liter, alih-alih terbebani BBM diesel oktan tinggi atau bensin premium di atas Rp 20.000.
Jika diakumulasikan untuk jarak tempuh perkotaan sekitar 1.500 km per bulan, total pengeluaran BBM BJ30 Hybrid berkisar di angka Rp 1.190.322. Secara finansial, teknologi ini menawarkan potensi penghematan biaya operasional hingga Rp 20 juta per tahun.
Angka ini jauh lebih ekonomis dibandingkan rata-rata SUV bensin konvensional yang menghabiskan biaya sekitar Rp 3.112.500 dengan Pertamax Turbo, atau SUV diesel sekitar Rp 2.875.000 hingga Rp 3.100.000 untuk pengisian Dexlite maupun Pertamina Dex.
Selain berfokus pada efisiensi biaya, kenyamanan dan aspek keselamatan berkendara tetap dipertahankan. Oleh sebab itulah, BAIC menyematkan fitur keselamatan aktif Advanced Driver Assistance System (ADAS) pada BJ30 Hybrid ini.

Bahkan tak sampai disitu, suspensi yang telah dikalibrasi khusus pada SUV hybrid ini diklaim memberikan kenyamanan maksimal baik saat membelah kemacetan perkotaan maupun saat melintasi jalur luar kota yang menantang.
Melalui pendekatan teknis yang fungsional ini, BJ30 Hybrid mencoba menjadi penengah yang ideal bagi konsumen yang mencari efisiensi biaya jangka panjang tanpa mengorbankan ketangguhan khas sebuah mobil SUV.
Dengan kata lain, kendaraan ini adalah jembatan sempurna menuju mobilitas masa depan yang lebih hijau, tanpa mengorbankan kepraktisan dalam pengisian bahan bakar konvensional yang cepat dan mudah ditemukan.
“BJ30 Hybrid merupakan sebuah all-around SUV yang sangat ideal. Bagi kami, BJ30 Hybrid bukan hanya kendaraan yang efisien, tetapi juga partner mobilitas yang siap menemani berbagai kebutuhan dan gaya hidup masyarakat Indonesia,” pungkas Dhani Yahya.











