MobilKomersial.com — Sebelum melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil pribadi, ada baiknya pemilik memeriksa secara keseluruhan untuk memastikan kesiapan kendaraan dalam kondisi yang baik dan prima.
Kendaraan yang memilili kondisi prima akan meningkatkan keselamatan dan meminimalisir risiko kerusakaan dan meningkatkan pengalaman perjalanan secara keseluruhan serta membuat perjalanan semakin nyaman.
Untuk pemeriksaan kendaraan hal pertama yang perlu diperhatikan adalah melihat kondisi level oli mesin melalui dipstik dengan membuka kap mesin terlebih dulu, jika oli terlihat gelap atau mengental sebaiknya diganti dengan yang baru.
Baca juga Pertama di Indonesia, Wealthy Luncurkan Pelumas Terbaru Quantumtec API SQ Full Synthetic

“Kemudian periksa tingkat dan warna cairan pendingin apakah ada kebocoran atau tidak, periksa juga di sekitar selang radiator,” kata CEO dan Founder Wealthy Group, Arief Hidayat kepada MobilKomersial.com beberapa waktu lalu.
Menurut Arief, selain memeriksa cairan radiator sebelum melakukan perjalanan, pemilik kendaraan juga wajib memeriksa minyak rem dan periksa level serta kejernihan cairan, jika gelap atau hampir 2 tahun wajib di ganti.
“Kalau minyak rem sudah lewat dari 2 tahun sebaiknya diganti ya tujuannya untuk mempertahankan kinerja pengereman. Setelah itu kita bisa lihat oli matic jika mobil tersebut dengan transmisi otomatis,” ujarnya.
Baca juga: Nekat Beroperasi, Polres Cianjur Tilang 17 Truk di Jalur Mudik Lebaran

Pemeriksaan oli transmisi otomatis tersebut, kata Arief dapat dilihat dari dipstick, jika sudah melebihi jarak yang sudah ditentukan, sebaiknya juga diganti agar transmisi dapat bekerja dengan baik saat perjalanan jauh.
“Oli power sterring juga jangan lupa di lupakan, periksa juga. Lalu periksa tekanan angin ban sesuai petunjuk pabrikan, cairan pembersih kaca depan jangan pakai pembersih sembarangan,” ungkapnya.
Ban mobil, kata Arief wajib diperiksa secara menyeluruh, pemilik kendaraan perlu memeriksa apakah tapak masih tebal atau sudah tipis lalu apakah ban ada benjolan atau tidak. Jika terdapat salah satu unsur tersebut maka ban wajib diganti.
“Lampu utama, lampu sein dan lampu belakang juga diperiksa, karena pada saat hujan deras lampu-lampu ini sangat membantu visibilitas, baik di dalam mobil maupun untuk kendaraan lain. Kalau hujan deras tidak boleh menyalakan lampu hazard, lampu hazard hanya digunakan ketika kendaraan berhenti dalam keadaan darurat,” imbuhnya.
Baca juga: Kumpulkan 30 Operator Bus, Hino Bicara Soal Kesiapan Armada Periode Mudik Lebaran 2026
Lebih lanjut Arief mengatakan bahwa peralatan darurat yang harus dimiliki juga tidak boleh tertinggal seperti kit perbaikan ban atau inflator portabel, kabel jumper, dongkrak, segitiga pengaman, kotak P3K dan APAR untuk mobil.
“Payung, powerbank dan peralatan pribadi lainnya jangan sampai tertinggal, kemudian obat-obatan pribadi serta air minum. Usahakan beban bawaan di dalam kendaraan jangan terlalu berlebih agar perjalanan nyaman,” tambahnya.










