MobilKomersial.com — Visibilitas kaca depan mobil saat berkendara wajib selalu bersih terlebih agar tidak mengganggu serta penegemudi dapat fokus melihat kearah depan tanpa terkendala apapun.
Kaca depan mobil dibuat pabrikan untuk melindungi penumpang dari angin, puing-puing, kotoran, serangga, dan elemen lingkungan lainnya sekaligus memungkinkan visibilitas ke depan yang jelas sehingga dapat fokus berkendara.
Biasanya kaca depan kendaraan terbuat dari kaca laminasi, yang terdiri dari dua lapisan plastik kaca yang diikat dengan interlayer plastik. Interlayar Konstruksi ini mencegah kaca pecah menjadi potongan-potongan tajam selama benturan dan meningkatkan keselamatan.
Baca juga: Mobil Mogok di Jalan saat Mudik, Digiroad Berikan Jasa Towing Hanya Rp99 Ribu

CEO dan Founder Wealthy Group, Arief Hidayat mengungkapkan bahwa teknologi kaca depan Innerlayer of glass menggabungkan teknologi canggih untuk meningkatkan daya tahan, keamanan, dan kenyamanan selama berkendara.
“Fitur utamanya kaca depan adalah kaca pengaman laminasi yang memberikan kekuatan dan mencegah pecahnya kaca, untuk perlindungan sinar UV, lapisan Akustik yang mampu mengurangi kebisingan dari luar kendaraan, sensor hujan serta heater untuk menghilangkan kabut di kaca,” kata Arief kepada MobilKomersial.com beberapa waktu lalu.
Menurut Arief, terlepas dari kemajuan teknologi saat ini, kaca depan juga rentan terhadap berbagai noda dan tanda yang dapat mengganggu dan mengaburkan penglihatan selama pengemudi berkendara.
Baca juga: Mudik Lebaran Tanpa Khawatir, Chery Siagakan 22 Bengkel Resmi dari Sumatra Hingga Sulawesi

“Penyebab umum kaca depan bernoda yakni bekas air saat hujan atau embun mengering, kotoran burung, debu, getah pohon, atau residu lingkungan lainnya, minyak, gemuk, keausan karet wiper, serta cairan pembersih yang tidak tepat,” ujarnya.
Untuk mengurangi dan menjaga visibilitas dengan jelas, kata Arief, pemilik kendaraan disarankan mencuci kaca depan secara teratur dengan pembersih kaca sesuai, mengganti karet wiper jika sudah getas, menggunakan wiper yang memiliki kandungan hydrophobic, serta hindari parkir di bawah pohon atau di area yang rentan terhadap debu tebal.
“Saat kaca depan terkena kotoran seperti kotoran burung, getah, dan residu lainnya pemilik kendaraan wajib segera membersihkan kaca untuk mencegah bekas permanen yang terjadi pada kaca depan kendaraan,” ungkapnya.
Baca juga: DFSK Mudahkan Pelanggan Memodifikasi Pikap Super Cab untuk Segala Kebutuhan
“Glass coating ini sering memiliki sifat Hydrophobic, menyebabkan air dan kontaminan akan meluncur dari permukaan. Namun, jika tidak diaplikasikan dengan benar, atau jika produk yang tidak sesuai digunakan, ada risiko merusak kaca depan, seperti menyebabkan kurangnya efektivitas wiper,” imbuhnya.












