MobilKomersial.com — Meningkatnya mobilitas masyarakat pada musim mudik lebaran 2026, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) bersama diler resmi Jawa Tengah PT Duta Cemerlang Motors (DCM) memperkuat dukungan untuk para pengusaha Otobus di wilayah tersebut.
Bus Department Head HMSI, Guntur Budiana mengatakan bahwa dukungan terhadap para pengusaha Otobus tersebut sekaligus ruang diskusi antara Hino, dealer, dan para pelaku industri transportasi bus.
“Bagi PO bus, kendaraan bukan hanya alat transportasi, tetapi juga penopang utama bisnis mereka. Karena itu Hino terus berkomitmen menghadirkan kendaraan yang tangguh, efisien, dan nyaman,” kata Guntur, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: 10.000 Unit Hino 300 Series Bantu Program Koperasi Desa Merah Putih

Menurut Guntur, Hino juga mendukung layanan purna jual melalui konsep Total Support, sehingga armada pelanggan dapat beroperasi secara optimal, terutama saat menghadapi lonjakan permintaan seperti musim mudik lebaran ini.
“Kami juga menampilkan sasis bus Hino RM280 yang telah menggunakan bodi dari Karoseri Laksana. Kombinasi sasis Hino yang dikenal kuat dengan desain bodi yang modern memberikan gambaran kepada para PO Bus mengenai standar kenyamanan dan performa kendaraan bus yang dibutuhkan untuk melayani perjalanan jarak jauh,” ujarnya.
Executive Officer PT Duta Cemerlang Motors, Irsan Setiadi mengungkapkan melalui kegiatan ini pihaknya sebagai diler utama di Jawa Tengah ingin lebih dekat lagi dengan para customer bus, memahami kebutuhan mereka secara langsung, serta memastikan dukungan dari diler dan ATPM dapat membantu mereka menjalankan bisnis transportasi dengan lebih optimal.
Baca juga: Daftar 7 Bengkel Siaga Hino Periode Mudik Lebaran 2026
“Bagi kami, customer bukan sekadar pengguna produk, tetapi mitra strategis dalam perjalanan bisnis Hino. Kami berharap hubungan kemitraan dengan para pengusaha bus dapat terus terjalin semakin kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut sebanyak 30 Perusahaan Otobus (PO) dari berbagai wilayah di Jawa Tengah hadir untuk bertukar pandangan mengenai kesiapan armada bus dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik lebaran yang setiap tahunnya menjadi salah satu momentum tersibuk bagi industri transportasi darat.











