MobilKomersial.com — Rasa lelah, kantuk, hingga penurunan konsentrasi merupakan musuh utama bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh. Apalagi, kemacetan yang menguras energi bisa memicu resiko fatal di jalan raya kapan saja tanpa terduga.
Menyadari tingginya risiko tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan solusi konkret melalui fitur keselamatan aktif Dual Sensor Brake Support II (DSBS II) yang tersemat pada Suzuki Fronx varian SGX.
Baca Juga: Siaga Lonjakan Pemudik 2026, Ini Daftar Bengkel Resmi Suzuki yang Buka 24 Jam Selama Lebaran
Kehadiran fitur ini menjadi krusial jika berkaca pada data Korps Lalu Lintas (Korlantas) yang mencatat setidaknya sebanyak 3.181 kasus kecelakaan selama periode arus mudik Lebaran tahun 2025 lalu.
Melalui teknologi Suzuki Safety Support, DSBS II diproyeksikan mampu memitigasi risiko serupa. Sistem ini bekerja layaknya asisten pribadi yang terus berjaga, memberikan rasa aman ekstra bagi pengemudi saat menghadapi situasi darurat di jalur mudik.

Yulius Purwanto, Head of Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjelaskan bahwa dinamika di jalan raya saat musim mudik sangatlah tinggi dan sulit diprediksi oleh manusia sendirian.
“Fitur Suzuki Safety support melalui DSBS II hadir untuk memberi peringatan dan bantuan pengereman otomatis, sehingga pengemudi punya waktu lebih untuk bereaksi dan menghindari tabrakan,” ujarnya kepada MobilKomersial.com, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga: Tantang Rival, Suzuki eVitara Hadir dengan ‘Mata Kedua’ yang Bisa Rem Otomatis!
Secara teknis, kecanggihan DSBS II terletak pada sinergi antara kamera monokular dan radar gelombang milimeter (Millimeter Wave Radar) yang mampu mendeteksi berbagai objek di depan, mulai dari kendaraan lain hingga pejalan kaki yang melintas mendadak.
Kombinasi dua sensor ini memungkinkan sistem memantau kondisi jalan secara kontinu dengan tingkat akurasi jarak yang sangat presisi, bahkan dalam kondisi menantang seperti hujan deras atau perjalanan malam hari.
Sistem perlindungan DSBS II bekerja dalam tiga tahapan sistematis yang dimulai dari Forward Collision Warning, yaitu peringatan berupa suara dan visual saat sistem mendeteksi adanya resiko benturan.
Baca Juga: Segelintir Fitur Unggulan Suzuki Fronx Yang Bikin Mobilitas Urban Lebih Menyenangkan
Jika pengemudi mulai bereaksi namun tekanannya dianggap kurang memadai, tahap kedua yakni Forward Collision Damage Mitigation Brake Assist akan aktif untuk memberi bantuan tenaga pengereman tambahan.
Namun, jika risiko tabrakan sudah sangat tinggi dan tidak terhindarkan, fungsi Collision Damage Mitigation Braking akan mengambil alih dengan mengaktifkan rem secara otomatis guna menghentikan kendaraan atau minimal meminimalisir dampak kerusakan.

Agar fitur ini selalu siap sedia, pengemudi disarankan untuk rutin memperhatikan panel instrumen dan memastikan lampu indikator “DSBS II OFF” yang berwarna kuning tidak menyala.
Pengemudi juga wajib memastikan area sensor pada bagian depan mobil. Perlu diingat bahwa meskipun canggih, fitur ini merupakan bantuan asistensi dan bukan pengganti kewaspadaan penuh dari sang pengemudi di balik kemudi.
Baca Juga: Sinyal Kuat Pengganti S-Presso? Ini Spesifikasi Lengkap Suzuki Xbee Yang Tampil di IIMS 2026
“Mudik aman bukanlah tentang siapa yang tercepat, melainkan siapa yang sampai di tujuan dengan selamat. Kami menghimbau pelanggan untuk mengoptimalkan fitur keselamatan yang ada sebagai asisten berkendara,” papar Yulius.
“Selain itu, ada baiknya tetap mengutamakan fokus, kondisi fisik prima, serta kepatuhan pada aturan lalu lintas demi mewujudkan perjalanan keluarga secara aman dan menyenangkan,” pungkasnya.











