MobilKomersial.com — Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi ujian daya tahan bagi kendaraan, tak terkecuali bagi ekosistem kendaraan listrik (EV) yang kian menjamur di aspal Indonesia.
Menanggapi fenomena ini, Chery Indonesia memberikan perspektif baru mengenai bagaimana mobilitas ramah lingkungan dapat bersinergi dengan perjalanan jarak jauh tanpa memicu range anxiety atau kecemasan akan daya baterai.
Baca Juga: Mudik Lebaran Tanpa Khawatir, Chery Siagakan 22 Bengkel Resmi dari Sumatra Hingga Sulawesi
Chery menekankan bahwa mobil listrik memiliki karakteristik unik yang memerlukan perhatian khusus pada sistem pendukungnya. Sebelum jalan, integritas sistem pengereman harus dipastikan dalam kondisi prima untuk menghadapi lalu lintas dinamis.
Selain itu, pengecekan pada cairan pendingin (coolant) menjadi krusial guna menjaga stabilitas suhu komponen elektrikal, sementara baterai 12 volt yang menyokong sistem kelistrikan sekunder tidak boleh luput dari perhatian.

Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, menegaskan bahwa persiapan matang adalah fondasi kenyamanan. Perjalanan mudik dengan kendaraan listrik pada prinsipnya tetap aman dan nyaman selama kendaraan dipersiapkan dengan baik.
“Kami selalu menyarankan pelanggan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan di bengkel resmi sebelum perjalanan, sekaligus merencanakan rute termasuk titik pengisian daya agar perjalanan dapat berlangsung lebih tenang dan efisien,” jelasnya, Kamis (12/3/2026).
Kunci utama dalam menempuh ratusan kilometer dengan EV terletak pada sinkronisasi antara kesiapan mekanis dan manajemen energi. Efisiensi energi selama di jalan tol juga sangat dipengaruhi oleh perilaku pengemudi dan manajemen beban.
Baca Juga: Setara Isi Bensin! Blade Battery Generasi 2 BYD Bisa Cas 10-70% Hanya 5 Menit
Mengawali perjalanan dengan daya penuh 100% adalah kewajiban, namun mempertahankan daya tersebut membutuhkan teknik berkendara yang halus dengan kecepatan stabil di bawah 100 kpj (km/jam).
Dengan memetakan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sejak awal, pengemudi dapat mengatur ritme istirahat sekaligus pengisian daya secara presisi ditengah padatnya lalu lintas saat periode mudik Lebaran.
Di sisi lain, tak hanya ketika digunakan untuk perjalanan mudik, bagi pemilik EV yang memilih meninggalkan kendaraannya di garasi selama masa liburan, Chery memberikan edukasi mengenai pemeliharaan pasif.

Bagi mereka, Menjaga State of Charge (SOC) atau level baterai minimal di angka 50% adalah standar keamanan untuk menjaga kesehatan sel baterai dalam jangka waktu satu hingga dua minggu.
Meskipun sistem kelistrikan modern pada model seperti Chery E5, J6, dan J6T sudah dirancang efisien, melepas terminal aki 12 volt tetap disarankan sebagai langkah preventif jika mobil ditinggalkan dalam durasi yang lebih lama guna menghindari penyusutan daya.
Baca Juga: Bisa Tempuh Jarak 1.300 Km, Ini Alasan Lepas L8 Jadi Teman Perjalanan Mudik
Melalui kesiapan infrastruktur servis dan lini produk elektriknya, Chery berupaya membuktikan bahwa era elektrifikasi bukan lagi hambatan untuk menjalankan tradisi tahunan masyarakat Indonesia.
Kendati demikian, dengan perencanaan yang taktis, perjalanan jarak jauh kini bertransformasi menjadi pengalaman berkendara yang lebih modern, senyap, dan pastinya lebih berkelanjutan.











