MobilKomersial.com — Fenomena menarik tengah terjadi di pasar otomotif tanah air. Di tengah angka penjualan yang terus meroket, Mitsubishi Destinator muncul sebagai model yang paling banyak diincar oleh pengemudi perempuan.
Tren ini menandai pergeseran besar dalam preferensi otomotif, di mana kaum Hawa kini mulai beralih dari mobil tipe hatchback yang mungil menuju kendaraan berjenis Compact SUV yang lebih tangguh namun tetap bersahabat.
Baca Juga: Simak! Ini Alasan GAC M8 Jadi MPV Tiongkok dengan Resale Value Tertinggi
Pembalap nasional sekaligus brand ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar, memberikan analisis mendalam mengenai fenomena ini. Menurutnya, perubahan desain otomotif saat ini sangat dipengaruhi oleh adaptasi terhadap lingkungan.
Indonesia dengan curah hujan tinggi membuat aspek keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga mobil dengan ground clearance tinggi menjadi pilihan rasional untuk menghadapi genangan air atau medan yang tidak rata.

Namun, tantangan terbesarnya selama ini adalah persepsi bahwa mobil tinggi identik dengan pengendalian yang berat dan dimensi yang terlalu intimidatif, terutama bagi perempuan.
Rifat memberikan perumpamaan yang unik dengan membandingkan evolusi mobil seperti transisi dari rumah tapak ke apartemen. Dulu rumah itu tanahnya besar, rumahnya kecil, flat. Kalau apartemen ramping tapi tinggi
Hal itu diibaratkan, jika mobil zaman dulu ibarat rumah yang melebar dan panjang karena posisi duduk yang rendah memaksa kaki selonjor ke depan, mobil modern seperti Destinator diibaratkan seperti apartemen yang ramping namun menjulang tinggi.
Baca Juga: Jangan Asal Tumpuk!, Begini Strategi ‘Packing’ Pintar di Bagasi Suzuki Fronx
“Kalau kita lihat dari dulu, mobil sedan rame banget, tiba-tiba berubah, belakang jadi kotak banget. Sekarang dari mobil hatchback jadi tinggi-tinggi banget gitu. Itu dikarenakan adaptasi dari berbagai keadaan environment mereka masing-masing,”
“Salah satu key point yang besar, biasanya mereka beranggapan kalau mobil yang tinggi itu nyetirnya berat, lambat, cc besar gitu kan. Jadi kaum-kaum Hawa ini ada problem dengan size kendaraannya besar,” ujarnya kepada MobilKomersial.com, Jumat (23/1/2024).

Dengan posisi duduk yang lebih tegak, semua komponen kendali mulai dari setir hingga pedal menjadi lebih dekat dengan pengemudi. Hal ini secara psikologis menghilangkan rasa takut pengemudi perempuan terhadap ukuran kendaraan yang dianggap terlalu besar.
Salah satu fitur kunci yang membuat Destinator begitu dicintai kaum Hawa adalah visibilitasnya yang luar biasa. Berbeda dengan model pendahulunya, Destinator didesain dengan kap mesin atau “hidung” mobil yang rata dan terlihat jelas dari kursi pengemudi.
Baca Juga: Jelang Debut di Indonesia, iCar V23 Sabet Predikat Tertinggi 5 Bintang ASEAN NCAP
Rifat menjelaskan bahwa banyak pengemudi perempuan sering merasa tidak percaya diri karena tidak bisa memperkirakan ujung depan mobil mereka. Dengan desain Destinator, mereka memiliki patokan visual yang pasti, sehingga manuver jauh lebih mudah dan aman.
“Ada hal yang menarik di Destinator. Kalau duduk di Destinator, walaupun mobilnya compact tapi pandangan bagasinya kelihatan, bener-bener flat. Jadi kalau suka orang gak pede sama yang ‘aduh hidungnya udah dimana ya’ gitu,” jelasnya.

“Terutama bagi para perempuan, ini tuh punya patokan. Nah itu bedanya kenapa sekarang perempuan tuh bisa memilih kendaraan yang gendernya ke arah SUV. Karena itu lightweight SUV, easy going,” tegas Rifat.
“Perempuan masa kini tidak hanya mencari kendaraan yang fungsional, tetapi juga yang mampu memberikan rasa berdaya tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Destinator dianggap berhasil memecahkan kode tersebut,” pungkasnya.
Baca Juga: Ini Rahasia Lepas L8 yang Bisa Mengubah Siksaan Macet Jadi Momen Relaksasi Berkelas
Keunggulan Destinator akhirnya bermuara pada efisiensi desain. Meskipun terlihat kokoh, mobil ini tidak memiliki bodi yang terlalu panjang, sehingga tetap masuk dalam kategori lightweight SUV yang easy going.
Perpaduan antara keamanan dari banjir, kemudahan visibilitas, dan posisi duduk yang ergonomis menjadikan Mitsubishi Destinator bukan sekadar alat transportasi, melainkan jawaban atas kebutuhan mobilitas perempuan yang ingin tampil berani namun tetap memegang kendali penuh dengan cara yang paling sederhana.











