• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Aftermarket

Kenali Perbedaan Pelumas untuk Mesin Bensin dan Diesel

Pada dasarnya, semua kendaraan memerlukan pelumasan terhadap mesinnya baik untuk kendaraan dengan bahan bakar bensin maupun diesel, namun pertanyaannya adalah apakah pelumas untuk kendaraan mesin bensin dapat digunakan untuk mesin diesel.

Mato by Mato
03/10/2025
in Aftermarket, Tips
0
Uji Ketahanan Oli Wealthy, Mesin Mobil Menyala Selama 185 Jam

Daihatsu Rocky yang menggunakan Wealthy Apogeo SAE 0W-20 Full Synthetic API SP ILSAC GF-6A untuk melakukan uji coba mesin meyala 185 jam. dok: MobilKomersial.com/Mato

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Pada dasarnya, semua kendaraan memerlukan pelumasan terhadap mesinnya baik untuk kendaraan dengan bahan bakar bensin maupun diesel, namun pertanyaannya adalah apakah pelumas untuk kendaraan mesin bensin dapat digunakan untuk mesin diesel.

Tetapi yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan adalah, penggunaan pelumas bagi mesin bensin hanya diperuntukan bagi mesin bensin dan pelumas mesin diesel menggunakan pelumas khusus mesin diesel.

Menurut CEO dan Founder PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group), Arief Hidayat, oli mesin bensin tidak memberikan perlindungan yang diperlukan pada mesin diesel, yang menyebabkan peningkatan keausan, pelumasan yang buruk, dan potensi kerusakan mesin dari waktu ke waktu.

Baca juga: Pentingnya Flushing Oli Matik, Cegah Transmisi Alami Kendala

Oli diesel Wealthy Optimus CK4. dok: MobilKomersial.com/Mato

“Oli mesin diesel memiliki additive anti-aus yang lebih tinggi dalam bentuk zinc dialkyldithiophosphate (ZDDP). Konverter katalitik dalam sistem diesel dirancang untuk dapat mengatasi masalah ini, sedangkan sistem bensin tidak. Ini adalah salah satu alasan utama tidak boleh menggunakan oli mesin diesel di mesin bensin,” kata Arief kepada MobilKomersial.com.

Menurut Arief, biasanya, oli mesin diesel memiliki kandungan detergen yang lebih tinggi. Jika dimasukan kedalam mesin bensin beberapa masalah akan muncul.

“Masalah kedua adalah kemampuan pompa suhu rendah dari viskositas yang lebih tinggi ini. Selama start dingin, oli mungkin sangat kental dan sulit untuk dikirim oleh pompa oli ke komponen vital mesin. Hal ini pasti akan menyebabkan keausan dini, karena komponen akan berinteraksi tanpa manfaat pelumasan,” ujarnya.

Baca juga: Bukan Berdasarkan Warna, Ini Cara Tepat Pilih Carian Coolant Yang Berkualitas

Deretan oli Wealthy. dok: MobilKomersial.com/Mato

Kemudian, kata Arief, adanya perbedaan pada additive untuk oli mesin diesel karena memiliki lebih banyak additive per volume. Yang paling umum adalah additive deterjen overbase. Additives ini memiliki beberapa tugas, tetapi yang utama adalah menetralkan asam dan membersihkan mesin diesel.

“Ketika menempatkan beban additive ekstra ini di mesin bensin, efeknya bisa merusak komponen. Deterjen akan bekerja seperti yang dirancang dan mencoba membersihkan dinding silinder. Hal ini dapat berdampak buruk pada seal antara ring piston dan liner, yang mengakibatkan hilangnya kompresi dan efisiensi,” ungkapnya.

Arief juga mengatakan bahwa multi API pada oli mesin lebih mengarah kepada pelumas untuk mesin-mesin lama, karena kombinasi dari multi API dengan penggabungan 2 API yang terbaru akan menyebabkan salah satu mesin yang menggunakan akan rusak tanpa disadari.

Baca juga: Rute Baru Bus Open Top Tour, Keliling Jakarta Melihat Bangunan Bersejarah

Deretan Pelumas mesin bensin Wealthy Apogeo. dok: MobilKomersial.com/Mato

“Kalau kita melihat di pasaran ada pelumas yang mencatumkan di botolnya API SN/CF, pembuatan pelumas seperti ini akan lebih mementingkan kebutuhan pelumas untuk kendaraan mesin bensin dari pada mesin diesel,” imbuhnya.

Penjelasan untuk multi API ini, lanjut Arief, kandungan detergent di dalam pelumas untuk mesin bensin lebih sedikit dari pada mesin diesel, karena mengutamakan mesin bensin denganmemberikan indikator SN/CF.

“Disini harus diperhatikan bahwa dengan ditulisnya SN dan kemudian disusul dengan C, maka kepentingan untuk pelumas mesin bensin yang lebih utama, sedangkan kepentingan untuk diesel menjadi nomor 2,” katanya.

Baca juga: Wajib Uji KIR, Pikap Double Cabin Masuk Kategori Kendaraan Barang

Wealthy Ultimax API SP. dok: MobilKomersial/Bagas

Arief menambahkan jika pemilik mobil menggunakan API SN/CF pada mesin diesel (kecuali mesin diesel 1996), pastinya akan membuat mesin diesel menjadi cepat aus, berlumpur, diesel -runaway, dan lainnya. Semua ini tidak disadari oleh pemilik mobil bermesin diesel, karena terpengaruh oleh merek dan ketidak mengerti bengkel dan pemilik mobil.

“Penggunaan Multi API untuk saat ini sudah tidak dilakukan lagi karena API untuk mobil bermesin bensin memerlukan additive yang sangat spesifik karena kemajuan dari teknologi otomotif yang ada saat ini, demikian juga dengan API untuk mobil bermesin diesel dapat dilihat dari pihak API maupun ACEA tidak menggunakan double atau multi API/ACEA, kecuali bagi produsen yang sudah tertinggal mengikuti perkembangan teknologi,” tambahnya.

Baca juga: Mengenal Tanda Kerusakan Mesin Diesel Dari Warna Asap Knalpot

Tags: #Oli Wealthy#WealthyOli Mesin BensinOli Mesin DieselWealthy GroupWelty Indah Perkasa
Previous Post

Cuma 3 Bintang! Tingkat Keamanan Truk MAN TGX Lemah, Euro NCAP Ungkap Kelemahan Kritisnya

Next Post

Mengupas Spesifikasi Gahar Skywell NJL6126BEV, Bus Listrik Andalan Transjakarta

Mato

Mato

Related Posts

5 Aspek Yang Buat Suzuki Jimny 5 Pintu Diserbu Masyarakat Indonesia
Mobil dan Motor

Setir Mulai Berat? Kenali Tanda Kerusakan Rack Steer Sejak Dini dan Penyebab Utamanya

20/06/2026
Asap Hitam Berlebih dari Knalpot Kendaraan Diesel Tanda Mesin Ada Masalah?
Aftermarket

Tren Cumi Darat di Mobil Diesel, Apa Penyebabnya?

19/06/2026
Perawatan Berkala AC Mobil Agar Kabin Selalu Sejuk
Tips

Perawatan Berkala AC Mobil Agar Kabin Selalu Sejuk

18/06/2026
Mitsubishi Motors Resmikan Training Center Baru Terbesar di Asia Tenggara, Siap Lahirkan Tenaga Ahli Profesional
Mobil dan Motor

Jangan Sampai Terlambat, Begini Cara Cegah Hewan Masuk ke Ruang Mesin

12/06/2026
Sangat Berbahaya di Jalan, Truk ODOL Jadi Perhatian Serius Korlantas Polri
Aftermarket

Asap Hitam Berlebih dari Knalpot Kendaraan Diesel Tanda Mesin Ada Masalah?

12/06/2026
Bikin Mesin Mati Mendadak? Ternyata Ini Fakta Mengejutkan di Balik Penggunaan Engine Flush!
Aftermarket

Bikin Mesin Mati Mendadak? Ternyata Ini Fakta Mengejutkan di Balik Penggunaan Engine Flush!

11/06/2026
Next Post
Mengupas Spesifikasi Gahar Skywell NJL6126BEV, Bus Listrik Andalan Transjakarta

Mengupas Spesifikasi Gahar Skywell NJL6126BEV, Bus Listrik Andalan Transjakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com