MobilKomersial.com — Halte Transjakarta Non-BRT Universitas Pancasila kini kembali beroperasi setelah dilakukan revitalisasi yang dimulai sejak 22 Juni 2026 yang dirancang untuk menyelesaikan berbagai kendala penumpukan penumpang dan kepadatan area sekitar.
Sebelum direvitalisasi, lokasi ini kerap mengalami kepadatan pelanggan dari berbagai rute layanan Transjakarta, seperti rute 9H, 4B, D21, Jak 44, dan Jak 64, serta terganggu oleh pedagang kaki lima (PKL) serta difokuskan untuk menghadirkan fasilitas yang lebih teratur, rapi, serta memberikan perlindungan dan kenyamanan maksimal bagi para pengguna transportasi publik.
Baca juga: Alasan Damri Mampu Operasikan Hingga 316 Bus Listrik untuk Layanan Transjakarta

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, mengatakan bahwa revitalisasi halte ini difokuskan pada peningkatan kualitas layanan serta konektivitas antarmoda bagi masyarakat serta menjadi titik transit yang sangat krusial karena menghubungkan layanan bus Transjakarta secara langsung dengan Commuter Line di Stasiun Universitas Pancasila.
“Revitalisasi Halte Universitas Pancasila ini bukan sekadar perbaikan fisik semata, melainkan bagian dari upaya kami dalam menghadirkan ekosistem transportasi publik yang terintegrasi, aman, dan nyaman,” kata Welfizon dalam keterangannya dikutip hari ini, Kamis (17/9/2026).
Baca juga: Transjakarta Paksa Semua Operator Pakai Bus Listrik di 2030
Dengan beroperasinya kembali Halte Universitas Pancasila yang telah direvitalisasi, kata Welfizon, Transjakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, juga mengajak seluruh pengguna jasa untuk menggunakan transportasi publik, serta bersama-sama menjaga fasilitas umum ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
“Pemprov DKI Jakarta bersama Transjakarta akan terus meningkatkan kualitas fasilitas transportasi publik agar semakin memenuhi kebutuhan masyarakat. Transjakarta merealisasikan pembangunan fisik halte, sementara Universitas Pancasila turut mendorong pemanfaatannya oleh mahasiswa dan sivitas akademika sebagai bagian dari upaya beralih ke transportasi publik,” ujarnya.











