MobilKomersial.com — Dalam mendukung percepatan elektrifikasi transportasi publik di Jakarta, Damri telah mengoperasikan 316 unit bus listrik untuk layanan Transjakarta per Agustus 2026, mejadikannya yang terbanyak diantara operator lainnya.
Pengoperasian bus listrik Damri di layanan Transjakarta telah dilakukan secara bertahap sejak 2023, dengan jumlah armada yang terus bertambah setiap tahunnya. Pada 2023, Damri mengoperasikan 26 unit bus listrik, kemudian bertambah 90 unit pada 2024 dan 200 unit pada 2025.
Hingga Agustus 2026, jumlahnya mencapai total 316 unit. Pengoperasian ini merupakan bagian dari kontribusi Perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin mengedepankan efisiensi energi, kualitas pelayanan, dan keberlanjutan lingkungan.
Baca juga: 61.387 Pelanggan Gunakan Layanan Bus Damri Selama Libur Panjang di Bulan Agustus 2026

Head of Corporate Communication Damri, Niken Pratiwi Syah Putri Distian mengungkapkan bahwa pengembangan dan pengoperasian bus listrik membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi armada, tetapi juga sumber daya manusia serta infrastruktur pendukung.
“Sejalan dengan hal tersebut, Damri terus memperkuat pengalaman dan kompetensi dalam pengelolaan bus listrik, mulai dari kesiapan armada, pengelolaan rute, charging station, pemeliharaan, hingga kesiapan SDM, agar operasional dapat berjalan secara optimal, aman, dan berkelanjutan,” kata Niken, Jumat (29/8/2026).
Menurut Niken, pihaknya akan terus memperkuat pengoperasian bus listrik sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam mendukung pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan melalui pengoperasian bus listrik di Jakarta dan wilayah Jabodetabek.

Selain itu, kata Niken, Damri juga mengoperasikan bus listrik di sejumlah rute Jabodetabek dengan jarak yang relatif jauh diantaranya seperti P11 (Blok M–Bogor), T31 (PIK 2–Blok M), dan S61 (Alam Sutera–Blok M) dengan memahami karakteristik kendaraan listrik, kebutuhan daya, pola operasional, efisiensi perjalanan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.
Damri juga memastikan bahwa kapten yang bertugas mengoperasikan bus listrik mendapatkan pembekalan dan pelatihan yang diperlukan untuk memahami karakteristik kendaraan listrik, teknik pengoperasian, aspek keselamatan, serta standar operasional yang berlaku.











