MobilKomersial.com — Sebagai bentuk kepatuhan pemerintah tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) memperbarui sertifikat karena beberapa produk telah mencapai buatan lokal hingga 71,75%.
Pembaruan sertifikat ini menegaskan komitmen Hino dalam meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan industri kendaraan niaga nasional.
Dari 46 model kendaraan Hino yang diproduksi di Indonesia, 31 model telah memiliki sertifikat TKDN. Sebanyak 10 model di antaranya telah berhasil diperbarui sesuai ketentuan Permenperin No. 35 Tahun 2025 dengan nilai TKDN mencapai 71,75%.
Baca juga: Semakin Canggih, Hino Lakukan Pemeriksaan Digital Sebelum Truk dan Bus Dikirim ke Pelanggan

“Pembaruan sertifikat TKDN ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Hino untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap industri manufaktur Indonesia,” kata Plant Manager HMMI, Repelita Ginting beberapa waktu lalu.
Menurut Repelita, dengan menyesuaikan perhitungan TKDN berdasarkan regulasi terbaru, Hino terus mendukung pertumbuhan rantai pasok lokal, meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia, serta memperluas pemanfaatan produk dalam negeri.
“Semakin tinggi penggunaan komponen dalam negeri, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh industri pendukung, tenaga kerja lokal, dan ekosistem otomotif nasional. Pada akhirnya, pelanggan juga memperoleh produk yang diproduksi di Indonesia dengan standar kualitas global,” ujarnya.
Baca juga: Pastikan Kualitas Terjamin, Pembuatan Bodi Truk dan Bus Diawasi Sesuai Standar Hino

Melalui pencapaian ini, kata Repelita, pihaknya tingginya kandungan lokal tidak hanya mencerminkan kemampuan manufaktur Hino di Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri komponen, penyerapan tenaga kerja, dan keberlanjutan rantai pasok nasional.
“Pencapaian TKDN ini menjadi jaminan bahwa setiap kendaraan Hino diproduksi dengan memadukan standar kualitas global dan kemampuan manufaktur dalam negeri. Dengan dukungan jaringan pemasok lokal, Hino terus menghadirkan kendaraan niaga yang andal, didukung ketersediaan komponen yang lebih baik, serta memberikan nilai tambah bagi dunia usaha dan perkembangan industri transportasi Indonesia,” ungkapnya.
Seperti diketahui sejak memulai kegiatan manufaktur di Indonesia sampai Bulan Juli Tahun 2026, Hino telah memproduksi lebih dari 651.995 unit kendaraan niaga yang mendukung berbagai sektor strategis, mulai dari logistik, transportasi publik, konstruksi, pertambangan, hingga perkebunan.
Hino juga menjadi satu-satunya pabrik manufaktur kendaraan bermotor di Indonesia yang memproduksi sasis bus besar untuk memenuhi kebutuhan transportasi masal di dalam negeri bahkan juga untuk eksport ke beberapa negara tujuan, mempertegas perannya dalam memperkuat kemandirian industri kendaraan niaga nasional sekaligus memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dengan produk buatan Indonesia.











