MobilKomersial.com — Mitos seputar pemilihan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) atau angka oktan tinggi masih sering menjadi perbincangan hangat di kalangan pemilik kendaraan.
Salah satu anggapan yang paling mengakar adalah keyakinan bahwa semakin tinggi nilai oktan suatu jenis bensin, maka suhu mesin kendaraan akan menjadi jauh lebih panas dan cepat mengalami overheat.
Baca Juga: Bukan Cuma Diganti, Pahami Oksidasi Oli sebagai Alarm Dini Kerusakan Mesin
Namun, dari sudut pandang teknis dan ilmiah, pemahaman itu merupakan sebuah kekeliruan massal yang perlu diluruskan. Peringkat oktan pada dasarnya sama sekali tidak mengukur seberapa panas sebuah bahan bakar ketika terbakar di dalam ruang silinder.
Diketahui, oktan sendiri adalah indikator ilmiah yang menunjukkan tingkat ketahanan bahan bakar terhadap gejala knocking, detonasi, atau pengapian dini (pre-ignition) sebelum busi memercikkan api.

Bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi memiliki stabilitas molekul yang jauh lebih baik di bawah tekanan kompresi yang ekstrem, sehingga mampu menunda pengapian otomatis (autoignition) sampai momentum pembakaran yang tepat tercapai.
Kandungan energi per liter antara bensin oktan rendah dan oktan tinggi sebenarnya cenderung serupa, sehingga jika keduanya dibakar secara sempurna dalam kondisi mesin yang identik, perbedaan panas pembakaran yang dihasilkan bisa dikatakan tidak ada.
Munculnya persepsi bahwa oktan tinggi membuat mesin lebih panas biasanya terjadi karena salah kaprah dalam melihat korelasi kendaraan. Kesalahpahaman ini umumnya muncul karena bahan bakar beroktan tinggi lumrah digunakan pada mesin berperforma tinggi.
Ya, seperti yang diketahui, bensin beroktan tinggi seperti RON 95 atau RON 98 umumnya digunakan oleh mobil atau sepeda motor berperforma tinggi yang memiliki rasio kompresi statis sangat tinggi atau dilengkapi peranti turbocharger.

Mesin-mesin canggih saat ini memang secara alamiah memiliki rasio kompresi tinggi atau turbocharging yang memicu tekanan serta suhu kerja lebih besar, sehingga publik keliru mengira bahwa bahan bakarlah yang menjadi sumber panas ekstra.
Sebaliknya, jika kendaraan diisi dengan bahan bakar yang oktannya terlalu rendah dari rekomendasi pabrikan, mesin justru berisiko mengalami ketukan (knocking) yang dalam jangka panjang bisa memicu overheating dan kerusakan komponen internal silinder.
Baca Juga: Bikin Mesin Mati Mendadak? Ternyata Ini Fakta Mengejutkan di Balik Penggunaan Engine Flush!
CEO Wealthy Group, Arief Hidayat MA., Eng., menegaskan bahwa masyarakat perlu mengubah pola pikir mereka dalam memahami fungsi mendasar dari nilai oktan agar tidak terjebak pada mitos yang merugikan performa kendaraan.
Arief memaparkan bahwa kekhawatiran tentang mesin cepat panas akibat memilih bensin premium dengan oktan tinggi adalah sebuah kekosongan fakta ilmiah yang terus direproduksi tanpa dasar yang kuat.










