MobilKomersial.com — Produsen truk terkemuka asa Belanda, DAF Trucks resmi memperluas cakrawala kendaraan listriknya dengan memperkenalkan varian sasis multi-gandar untuk model XD, XF, XG, dan XG+ Electric.
Langkah ini menandai era baru di mana truk nol emisi tidak lagi terbatas pada distribusi ringan perkotaan, melainkan merambah ke sektor berat seperti industri konstruksi dan pengangkutan material besar dengan konfigurasi 6×2, 6×4, hingga 8×4.
Baca Juga: Hanya Ada 100 Unit di Dunia! Intip Kemewahan Truk DAF XG+ Emerald Edition
Dengan teknologi modular dan efisiensi motor penggerak Paccar, DAF tidak hanya menawarkan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga performa yang mampu menandingi mesin diesel konvensional di medan berat sekalipun.
Dalam hal ini, DAF memperkenalkan seri FTG dan FTN Electric dalam konfigurasi tractor head 6×2. Model FTG hadir dengan poros pendorong (pusher axle) yang bisa dikendalikan, sangat ideal untuk distribusi berat guna mencapai rasio beban gandar yang optimal.

Sementara itu, model FTN menggunakan poros belakang (trailing axle) yang dapat berbelok, memberikan radius putar yang luar biasa kecil untuk navigasi di wilayah perkotaan bahkan di area yang sempit.
Untuk kategori truk sasis rigid, hadir pula model FAS Electric 6×2 yang dibekali gandar belakang ganda berkapasitas 10 ton. Desain ini dikhususkan bagi truk tipper, di mana distribusi berat sering kali terfokus pada bagian belakang saat proses pemuatan barang.
Sektor konstruksi mendapatkan perhatian khusus melalui model FAT (6×4) dan FAW (8×4). Model 6×4 FAT dirancang untuk cengkeraman maksimal di medan tanah atau lumpur berkat penggerak tandem ganda.
Bagi kebutuhan yang lebih ekstrem, konfigurasi 8×4 FAW hadir dengan GVW hingga 37 ton. Keunggulannya terletak pada gandar belakang yang dapat berbelok di belakang unit penggerak tandem, menghasilkan manuverabilitas yang mengejutkan untuk truk sebesar itu.
Baca Juga: Menilik Sejarah Berdirinya DAF Trucks, Berawal Dari Bengkel Kecil

Khusus varian XDC dan XFC Construction, DAF memberikan jarak terendah ke tanah (ground clearance) setinggi 40 cm dan sudut datang (approach angle) 25 derajat, lengkap dengan pelat pelindung radiator baja untuk perlindungan maksimal di area proyek.
Di balik kabinnya yang modern, truk-truk itu tertanam motor listrik Paccar EX-D1 atau EX-D2. Mesin ini menawarkan rentang tenaga mulai dari 230 dk hingga 480 dk dengan torsi puncak mencapai 2.400 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis 3-percepatan terbaru yang menggunakan mekanisme roda gigi planetari. Sistem ini dirancang untuk perpindahan gigi yang sangat cepat dan halus, sekaligus menjaga bobot kendaraan tetap ringan.
DAF memilih teknologi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) untuk seluruh lini elektriknya. Berbeda dengan baterai konvensional, LFP tidak mengandung kobalt maupun nikel, sehingga lebih stabil secara termal dan ramah lingkungan.

Tersedia dalam sistem modular mulai dari 2 hingga 5 paket baterai (kapasitas 210 kWh hingga 525 kWh), truk ini mampu menempuh jarak lebih dari 500 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Sasis DAF Electric dirancang sangat ramah bagi perusahaan karoseri. Penempatan paket baterai bersifat modular sehingga bisa digeser untuk memberi ruang bagi peralatan tambahan seperti kaki penyangga kruk atau sistem pemuat sampah samping.
Baca Juga: DAF Luncurkan Truk Listrik XG dan XG+ Electric, Sanggup Tempuh 1.000 Km Sehari!
Sementara itu, tersedia juga opsi e-PTO 650 Volt dengan pilihan daya 25 kW, 60 kW, atau 100 kW untuk menggerakkan sistem pendingin, derek, atau instalasi hidrolik lainnya secara elektrik sepenuhnya.
Dengan hadirnya truk-truk listrik baru ini, lengkap ekosistem pendukungnya, DAF Trucks kini tidak hanya sekedar menjual kendaraan, melainkan menyediakan solusi transisi energi yang matang bagi industri transportasi global.











