MobilKomersial.com — Langit biru Kota Malang dipastikan akan lebih terjaga seiring dengan langkah berani PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PO Bagong yang resmi mengaspalkan armada transporter listrik terbaru mereka.
Seremoni serah terima sebanyak 4 unit kendaraan listrik ini bukan sekadar urusan operasional biasa, melainkan sebuah pernyataan tegas tentang masa depan mobilitas berkelanjutan di Jawa Timur.
Baca Juga: Siap Libas Produk Impor, VKTR Targetkan TKDN Bus Listrik Mencapai 80 Persen!
Kolaborasi ini menandai transformasi teknis besar-besaran, di mana mesin pembakaran internal (ICE) yang bising mulai digantikan oleh teknologi motor listrik yang efisien, senyap, dan sepenuhnya bebas emisi gas buang.

“Kami mengapresiasi komitmen PO Bagong yang telah menjadi salah satu pelopor dalam adopsi kendaraan massal berbasis listrik,” ungkap V. Bimo Kurniatmoko, Direktur dan Chief Operating Officer VKTR mengutip keterangannya, Kamis (7/5/2026).
“Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan otobus untuk mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari kontribusi terhadap masa depan transportasi yang lebih berkelanjutan,” sambungnya.
Secara teknis, transporter listrik VKTR ini membawa keunggulan yang tidak dimiliki armada konvensional. Dengan mengeliminasi sistem transmisi mekanis yang kompleks dan menggantinya dengan sistem penggerak langsung dari baterai ke motor.
Kabin yang dirancang dengan standar kenyamanan baru memiliki tingkat kebisingan dan getaran yang sangat rendah, memberikan pengalaman berkendara yang tenang bagi penumpang sekaligus mengurangi kelelahan bagi pengemudi di jalanan perkotaan.

Dengan biaya perawatan yang lebih minim karena komponen bergerak yang lebih sedikit dibandingkan mesin diesel tradisional, PO Bagong memposisikan dirinya sebagai pemain industri yang paling adaptif terhadap perubahan energi global.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur (PO Bagong), Budi Susilo, menegaskan bahwa investasi ini adalah strategi bisnis yang sehat sekaligus bentuk tanggung jawab sosial.
“Penggunaan transporter listrik ini merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” tutur Budi dalam kesempatan yang sama.
“Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk lebih efisien dan adaptif, terutama di tengah dinamika harga energi global yang tidak menentu. Kami optimis, ke depan kendaraan listrik menjadi standar baru dalam industri transportasi,” tegasnya.

Kehadiran armada ini di Malang juga memperkuat rantai pasok industri elektrifikasi dalam negeri. VKTR, sebagai pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia, terus mendorong agar ekosistem pendukung terus tumbuh kuat.
Bagi masyarakat Malang, ini bukan hanya tentang bus baru yang lewat di jalanan, melainkan tentang udara yang lebih bersih untuk dihirup dan standar kenyamanan transportasi publik yang kini setara dengan kota-kota modern di tingkat global.
Melalui visi Net Zero Emission, integrasi unit listrik antara VKTR dan PO Bagong ini diharapkan mampu memicu efek domino bagi perusahaan otobus lain untuk segera beralih ke teknologi hijau.











