MobilKomesial.com — Dunia otomotif global tengah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Daimler Trucks yang saat ini sedang merayakan hari jadinya yang ke-130 tahun.
Perjalanan panjang ini bukan sekadar angka, melainkan sejarah transformasi industri transportasi yang dimulai dari visi revolusioner. Salah satu bakat terbesar sang penemu, Gottlieb Daimler, adalah kemampuannya menemukan fungsi baru bagi mesin ciptaannya.
Baca Juga: Sejarah PO ALS, Bus Penjelajah Jalur Sumatera-Jawa, Pernah Sampai Bali
Setelah sukses melahirkan sepeda motor, kereta troli bermotor, hingga selang pemadam kebakaran bermotor, ia akhirnya melangkah ke sebuah inovasi yang tak terelakkan yakni menciptakan truk pertama di dunia pada tahun 1896.

Lahir dari semangat pragmatisme, truk pertama di dunia ini pada mulanya tampak seperti gerobak kuda yang dipasangi mesin. Unit penggeraknya dikenal dengan nama mesin Phoenix, sebuah mesin 2-silinder bertenaga 4 dk yang sebenarnya berasal dari mesin mobil.
Mesin dengan kapasitas silinder sebesar 1,06 liter alias 1.006 cc ini diletakkan di bagian belakang kendaraan. Daimler menghubungkan mesin tersebut ke poros belakang menggunakan sistem sabuk atau belt.
Mengingat kendaraan angkut tersebut masih menggunakan roda besi keras yang sangat kaku, Daimler menyematkan dua pegas heliks untuk melindungi mesin yang sangat sensitif terhadap getaran.

Menariknya, teknologi yang diusung truk tahun 1896 ini ternyata sangat visioner di masanya. Sistem kemudinya digerakkan oleh rantai pada poros depan yang menggunakan pegas daun, sementara pengemudi duduk di kursi depan layaknya mengendarai kereta kuda.
Dari sisi efisiensi bahan bakar, truk ini diklaim dapat menghabiskan sekitar 6 liter bensin untuk jarak 100 km. Sementara, mekanisme transmisi kekuatannya telah mengantisipasi teknologi planetary axle yang masih umum digunakan pada truk-truk saat ini.
Selain itu, sabuk penggeraknya mengirimkan tenaga ke poros yang dipasang melintang, di mana kedua ujungnya dilengkapi dengan gir pinion yang berpaut dengan gigi internal pada roda belakang.
Baca Juga: Hanya Satu di Dunia? Truk Langka Hispano-Suiza 1922 Siap Dilelang, Begini Sejarahnya
Evolusi truk ini bergerak cepat. Hanya dalam waktu dua tahun, tepatnya pada 1898, Gottlieb Daimler bersama Wilhelm Maybach mulai memindahkan posisi mesin Phoenix 2-silinder ke bawah kursi pengemudi dan menggeser transmisi sabuk 4-percepatan ke bagian depan.
Tak lama kemudian, pada tahun yang sama, desain truk mulai menemukan identitas sejatinya yang membedakannya dari mobil penumpang. Mesin dipindahkan sepenuhnya ke bagian paling depan, tepat di atas poros depan hingga menjadi paten truk modern saat ini.
Langkah ini membuka jalan bagi peningkatan tenaga hingga sepuluh tenaga kuda dan kapasitas muatan yang lebih besar. Terobosan teknis juga menyentuh aspek vital mesin di mana penggunaan sistem pengapian tabung panas mulai ditinggalkan.

Sebagai gantinya, Daimler menggunakan sistem pengapian magnetik dari Bosch untuk membakar campuran udara dan bensin di dalam silinder mesin 2,2 liter tersebut. Selain itu, sistem pendinginan atau radiator juga mendapatkan desain baru yang sepenuhnya berbeda.
Sebelum dilepas ke publik, truk seberat 5 ton ini harus melewati serangkaian uji coba pelanggan di sebuah pabrik batu bata selama berbulan-bulan guna memastikan ketangguhan serta memperbaiki segala kekurangan yang muncul dalam operasional harian.
Keberhasilan ini membawa Daimler Truck berhasil merambah pasar internasional. Hal itu diklaim dimulai berkat pembeli pertamanya yang berasal dari Inggris, salah satu negara pusat industrialisasi dunia hingga saat ini.

Meskipun pada masa itu kendaraan uap masih mendominasi, penghapusan aturan Red Flag Act pada tahun 1896 memberi ruang bagi mesin pembakaran dalam milik Daimler untuk membuktikan keunggulannya.
Baca Juga: Menilik Sejarah Berdirinya DAF Trucks, Berawal Dari Bengkel Kecil
Di Paris, truk ini juga mencuri perhatian dalam pameran otomotif di taman Tuileries, di mana istri Daimler, Lina, mencatat dengan bangga betapa populernya truk tersebut di tengah kerumunan massa.
Melalui inovasi yang dimulai 130 tahun lalu ini, Daimler tidak hanya menciptakan sebuah kendaraan, tetapi meletakkan pondasi bagi seluruh sistem distribusi logistik global yang kita kenal hingga saat ini.











