• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Mobil dan Motor

Wajib Disimak, Faktor yang Menyebabkan Kendaraan Hybrid Mengalami Penurunan Performa

Mato by Mato
20/07/2026
in Mobil dan Motor, Tips
0
Merasakan Singkat Teknologi Terbaru Chery Super Hybrid Pada Tiggo 8

Chery Tiggo 8 CSH. dok: MobilKomersial.com/Mato

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Kendaraan hybrid yang tengah naik daun di Indonesia karena menjadi salah satu alternatif mobil hemat biaya bahan bakar ternyata memiliki titik lemah serta terdapat area permasalahan jika tidak dirawat dengan baik.

Kendaraan hybrid yang menggabungkan sistem elektrifikasi dengan mesin Internal Combustion Engine (ICE) memiliki lebih banyak sensor dan modul kontrol karena mempunyai kompleksitas dari sistem mobil tersebut.

CEO & Founder PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group), Arief Hidayat mengungkapkan bahwa teknologi hybrid yang tertanam di kendaraan yang ada di Indonesia saat ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan hemat bbm.

Baca juga: Smart e-Mirror Jadi Alasan Mengapa New XL7 Alpha Hybrid Bikin Perjalanan Keluarga Jauh Lebih Tenang

Hyundai all new Santa FE hybrid. dok: HMID

“Kendaraan hybrid itu menggabungkan mesin ICE dengan sistem motor listrik, baterai tegangan tinggi, inverter, konverter, sistem DC-DC, gearset planet atau e-CVT, serta sistem pendingin mesin dan baterai,” kata Arief kepada MobilKomersial.com.

Menurut Arief, kelemahan yang terdapat pada mobil hybrid memungkinkan kegagalan komponen lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan ICE atau EV seperti inverter yang terlalu panas atau kipas pendingin baterai HEV menyumbat dan kegagalan konverter DC-DC.

“Meskipun baterai hybrid bertahan lama, tetapi kapasitas dan kualitasnya akan menurun,hal tersebut disebabkan oleh panas, siklus pengisian atau pengosongan tinggi , sistem pendinginan yang buruk, mengemudi dengan agresif, dan berada di iklim tropis (seperti Indonesia) yang mempercepat degradasi,” ujarnya.

Baca juga: Manfaat Pelumas SAE OW-16 API SP dan SQ pada Kendaraan Hybrid

Pengujian baterai Chery Tiggo 8 CSH direndam di air laut. Foto: PT CSI

Dengan adanya degradasi baterai, kata Arief maka kendaraan hybrid akan mengalami gejala seperti jangkauan EV yang berkurang, penghematan bahan bakar yang lebih rendah, mesin bekerja lebih sering, dan munculnya lampu peringatan (POA80, POA7F, dll).

“Apabila gejala tersebut muncul, makaa dampak biayanya meliputi penggantian baterai bisa mahal, terutama untuk hybrid yang lebih tua. Kendaraan hybrid itu memberikan kinerja yang optimal untuk mengemudi di kota, dan berkendara Stop & Go,” ungkapnya.

Arief juga mengatakan bahwa kelemahan pada kendaraan hybrid dapat muncul ketika mengemudi menanjak untuk waktu yang lama, mengemudi di jalan raya berkecepatan tinggi, diperlakukan sebagai towing, dan mengangkut beban berat.

Baca juga: Cara Kerja Sistem Hybrid di Mitsubishi Xforce HEV

Mesin Chery Super Hybrid. dok: MobilKomersial.com/Mato

“Faktor kelemahan yang memenagruhi kendaraan hybrid diantaranya ICE dipaksa untuk bekerja lebih keras, baterai terlalu panas, output motor terbatas lalu sistem dapat memasuki protection mode.

Untuk protection mode pada kendaraan, lanjut Arief dibuat dengan mengacu pada keselamatan fitur bawaan dalam sistem kontrol kendaraan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan pada bagian penting dan menjaga keandalan kendaraan.

“Akibatnya, pengendara mungkin mengalami atau melihat penurunan kinerja atau akselerasi, dan terkadang mesin pembakaran internal (ICE) terpaksa bekerja lebih keras untuk mengimbangi bantuan listrik yang terbatas,” imbuhnya.

Tags: #Mobil Hybrid#WealthyHybridWelty Indah Perkasa
Previous Post

Lima Bus dari Karoseri New Armada Menuju GIIAS 2026, Ada Kabin Sleeper dan Double Decker

Mato

Mato

Related Posts

Setelah Diluncurkan, Pembeli Mitsubishi New Xforce HEV Didominasi Anak Muda
Mobil dan Motor

Setelah Diluncurkan, Pembeli Mitsubishi New Xforce HEV Didominasi Anak Muda

20/07/2026
Wuling Kantongi 1.771 SPK di GIIAS 2023, Air ev Terlaris
Mobil dan Motor

Rajai Pasar EV Indonesia, Wuling Air ev Kembali Buktikan Jadi yang Terbaik!

19/07/2026
Jadi ‘Genset Berjalan’! Chery Tiggo 9 CSH Sokong Listrik 6.600 Watt di Nobar OtoCibubur
Komunitas

Jadi ‘Genset Berjalan’! Chery Tiggo 9 CSH Sokong Listrik 6.600 Watt di Nobar OtoCibubur

19/07/2026
Menantang Lintas Jawa, Komunitas Chery Uji Durabilitas Kendaraan dalam Kondisi Nyata
Komunitas

Menantang Lintas Jawa, Komunitas Chery Uji Durabilitas Kendaraan dalam Kondisi Nyata

18/07/2026
Test Drive Mitsubishi Xforce Hybrid, Nyaman dan Hemat BBM
Mobil dan Motor

Test Drive Mitsubishi Xforce Hybrid, Nyaman dan Hemat BBM

18/07/2026
Toyota Veloz Hybrid EV Meluncur Global di Indonesia, Dibanderol di Bawah 300 Juta!
Tips

Benarkah Bensin Oktan Tinggi Bikin Mesin Cepat Overheat? Ini Faktanya!

18/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com