MobilKomersial.com — Kehadiran Mitsubishi New Xforce menambah deretan pilihan kendaraan berteknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) di pasar otomotif Indonesia, SUV 5 penumpang tersebut tak hanya dibekali teknologi hemat BBM tetapi peningkatan fitur baru.
New Xforce HEV mengusung teknologi HEV generasi kedua Mitsubishi Motors. Berbeda dari pendekatan hybrid yang hanya menitikberatkan pada efisiensi bahan bakar, sistem HEV pada New Xforce dikembangkan untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih utuh melalui konsep Electric Drive. Beyond Hybrid Confidence.
Teknologi ini tidak hanya bekerja untuk menghemat konsumsi bahan bakar, tetapi juga menghadirkan karakter berkendara yang lebih halus, senyap, responsif, dan percaya diri dalam penggunaan nyata sehari-hari.
Baca juga: Mitsubishi Motors Resmi Kenalkan Xforce Hybrid di Indonesia, Kabin Semakin Nyaman dan Irit BBM

Dari sisi performa, New Xforce HEV mengandalkan mesin 1.6L DOHC MIVEC yang dipadukan dengan motor listrik. Sistem ini menghasilkan tenaga motor sebesar 114 dk dan torsi 255 Nm, serta tenaga mesin sebesar 107 PS dan torsi mesin 134 Nm.
Kombinasi tersebut memberikan respons yang kuat sejak awal akselerasi, sekaligus menjaga karakter berkendara tetap halus dan efisien di berbagai kondisi. Karakter EV linear acceleration menjadi salah satu nilai utama, karena tenaga tersalur secara lebih natural dan mudah dikontrol, baik saat berkendara di dalam kota, melaju di jalan tol, maupun menghadapi jalan menanjak.
Pada New Xforce HEV, motor listrik berperan sebagai penggerak utama dalam banyak kondisi berkendara, terutama saat mulai berjalan, melaju di kecepatan rendah, maupun menghadapi lalu lintas perkotaan. Pendekatan ini memberikan sensasi berkendara yang berbeda karena tenaga terasa lebih instan, akselerasi lebih linear, dan kabin lebih senyap.
Baca juga: Mitsubishi Motors Resmi Sambut SUV Hybrid Pertama di Indonesia

Di saat yang sama, mesin bensin tetap bekerja secara cerdas untuk mendukung performa, mengisi daya baterai, atau bekerja bersama motor listrik ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, seperti saat menanjak, menyalip, atau melaju di kecepatan tinggi.
Sistem HEV pada New Xforce bekerja secara otomatis dengan terus menganalisis kondisi jalan, kecepatan kendaraan, beban berkendara, serta daya baterai. Dari analisis tersebut, sistem akan menentukan penggunaan energi yang paling sesuai, baik melalui dominasi tenaga listrik, kombinasi mesin dan motor listrik, maupun pemanfaatan mesin untuk mengisi baterai.
Dengan cara ini, pengemudi tidak perlu melakukan penyesuaian kompleks, karena kendaraan secara mandiri mengatur sumber tenaga terbaik untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan respons berkendara.
Baca juga: Mengenal Fitur Aktif Yaw Control di Mitsubishi Xforce yang Bikin Manuver Mobil Lebih Stabil
Dalam kondisi perkotaan atau saat lalu lintas padat, motor listrik dapat lebih dominan menggerakkan kendaraan, sementara mesin bensin akan aktif secara otomatis saat diperlukan untuk mengisi baterai. Pada kondisi jalan menurun atau saat deselerasi, motor listrik berfungsi sebagai generator yang mengubah energi pengereman menjadi energi listrik untuk disimpan kembali ke baterai.
Sementara saat menanjak atau membutuhkan akselerasi tambahan, mesin dan motor listrik dapat bekerja bersama untuk menghasilkan tenaga yang lebih kuat dan
responsif. Inilah yang membuat New Xforce HEV tidak hanya efisien, tetapi juga tetap memberikan rasa percaya diri di berbagai situasi berkendara.
Keunggulan penting dari sistem HEV generasi kedua ini terletak pada kemampuannya menghadirkan Long EV Drive, yaitu penggunaan tenaga listrik yang lebih panjang dalam kondisi tertentu. Dengan penggunaan motor listrik yang lebih dominan dan lebih lama, kendaraan mampu menghadirkan perjalanan yang lebih senyap, minim getaran, dan lebih nyaman, terutama dalam penggunaan urban.
Baca juga: 55 Tahun Kiprah di Indonesia, Mitsubishi Hadirkan Destinator dan Xforce Edisi Khusus
Varian New Xforce HEV juga dilengkapi dengan tujuh mode berkendara, yakni Normal, Wet, Gravel, Mud, serta tiga mode terbaru seperti Tarmac, EV Priority, dan Charge. Beragam mode berkendara ini memberikan fleksibilitas menyesuaikan dengan berbagai kondisi jalan dan kebutuhan berkendara.
Melalui mode berkendara Charge Mode, sistem dapat mengisi daya baterai sesuai kebutuhan, sementara EV Priority Mode memungkinkan kendaraan memprioritaskan penggunaan tenaga listrik pada kondisi tertentu.
Dengan kapasitas tangki bahan bakar 42 liter, kendaraan ini mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian penuh, atau setara perjalanan Jakarta–Bali. Hasil tersebut tentunya akan berbeda dan bergantung pada kondisi jalan maupun cara berkendara dari penggunanya.











