MobilKomersial.com — Kebutuhan kendaraan niaga untuk mendukung distribusi produk makanan dan minuman terus berkembang. Menjawab kebutuhan tersebut, DFSK berkolaborasi dengan Karoseri Delima Mandiri menghadirkan solusi kendaraan komersial terintegrasi.
Kolaborasi DFSK di ajang SIAL Expo 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 4–6 November 2026 kemarin menawarkan konsep pembelian kendaraan beserta karoseri dalam satu paket. Dengan demikian, pelaku usaha tidak perlu lagi membeli kendaraan secara terpisah dan mencari perusahaan karoseri untuk menyesuaikan kebutuhan operasional bisnisnya.
Melalui kerja sama tersebut, konsumen dapat memperoleh kendaraan niaga yang sudah dilengkapi desain karoseri sesuai kebutuhan distribusi. Selain menawarkan harga paket yang lebih kompetitif, solusi ini juga tetap memperhatikan perlindungan garansi kendaraan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Bukan Sekadar Logo, DFSK Pertegas Identitas Kendaraan Niaga

Product Manager CV Delima Mandiri, Albertus Whitney mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari pengembangan bisnis perusahaan untuk memberikan kemudahan kepada pelaku usaha dalam mendapatkan kendaraan niaga sesuai kebutuhan operasional.
“Melalui kolaborasi dengan DFSK, pelanggan dapat memperoleh kendaraan niaga sekaligus solusi karoseri yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing usaha dalam satu rangkaian layanan,” ujar Albertus, dalam keterangannya dikutip hari ini, Minggu (8/11/2026).
Terdapat tiga model kendaraan niaga yang diperkenalkan, yakni DFSK Super Reefer Box, DFSK Gelora E Chiller Van, dan DFSK Super Dry Box. Ketiganya memiliki fungsi berbeda, mulai dari pengangkutan produk beku, distribusi makanan dengan suhu terkontrol, hingga pengiriman barang kering.
Baca juga: Efisiensi Jadi Kunci, DFSK E5 Plus Andalkan Teknologi PHEV untuk Mobilitas Harian dan Jarak Jauh
Salah satu yang ditawarkan adalah DFSK Super Reefer Box. Kendaraan ini menggunakan basis DFSK Super Cab bermesin 1.500 cc dengan tenaga 100 dk, yang dipadukan dengan boks berinsulasi dan mesin pendingin. Konfigurasi tersebut ditujukan untuk mendukung distribusi frozen food, daging, seafood, produk susu, buah, sayuran, hingga bahan pangan segar lainnya.
Sistem pendinginnya diklaim mampu mencapai suhu hingga minus 19 derajat Celsius dalam waktu sekitar 1,5 jam. Boks menggunakan kombinasi material FRP dan XPS, serta dilengkapi GPS tracking dan sensor suhu untuk memantau posisi kendaraan serta temperatur ruang muat secara real-time. Untuk model ini, harga yang ditawarkan mencapai Rp279 juta, termasuk chassis, boks berinsulasi, GPS, dan mesin pendingin.
Sementara itu, bagi pelaku usaha yang mulai beralih ke kendaraan listrik, tersedia DFSK Gelora E Chiller Van. Menggunakan basis Gelora E, kendaraan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan distribusi produk yang memerlukan ruang muat berinsulasi.
Baca juga: Tren Kendaraan PHEV Berkembang Pesat, DFSK E5 Plus Jamin Kenyamanan Kabin dan Keamanan Baterai
Fasilitasnya meliputi teknologi Polyurethane Injection, interior FRP, lampu LED di ruang muat, serta tirai polar pada pintu untuk membantu mengurangi pertukaran udara ketika pintu dibuka. Model ini tersedia dalam dua pilihan, yakni Gelora BV L Type seharga Rp437 juta dan Gelora BV B Type Rp335 juta.
Adapun DFSK Super Dry Box ditujukan bagi bisnis yang membutuhkan kendaraan pengangkut barang kering. Menggunakan teknologi sandwich panel dengan rangka aluminium, konstruksi boks dirancang lebih ringan sekaligus kuat.
Materialnya juga memiliki karakteristik insulasi untuk membantu menjaga kestabilan temperatur ruang muat dibandingkan boks aluminium konvensional. Tersedia tiga pilihan panjang boks, yakni 2,1 meter dengan harga Rp196,5 juta, 2,3 meter Rp200 jutaan, dan 2,5 meter Rp202 jutaan.
Melalui kolaborasi ini, DFSK dan Karoseri Delima Mandiri menghadirkan pendekatan baru dalam penyediaan kendaraan niaga yang lebih sesuai dengan kebutuhan sektor usaha. Kehadiran tiga pilihan kendaraan tersebut sekaligus memperlihatkan beragam konfigurasi kendaraan komersial yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang rantai distribusi makanan, minuman, hingga logistik.










