MobilKomersial.com — Bencana banjir bandang yang menerjang kawasan utara Vietnam pada September lalu sempat melumpuhkan berbagai aktivitas logistik. Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus memicu genangan air yang sangat dalam.
Salah satu armada truk listrik milik produsen semen raksasa, Long Son Cement, menjadi korban ganasnya genangan air tersebut. Kendaraan berat canggih ini mendadak mati total setelah mengalami kendala pada sistem kelistrikan.
Baca Juga: Truk Listrik Otonom Sany SKR110Ei Mulai Invasi Ke Sektor Tambang Amerika
Masuknya air ke dalam komponen sensitif memicu kegagalan isolasi tegangan tinggi yang sangat berbahaya. Dampaknya, truk traktor berbasis baterai buatan Sany tersebut sama sekali tidak dapat dihidupkan oleh pengemudi.
Mengutip siaran resminya, Jumat (30/10), perusahaan semen terkemuka dengan kapasitas produksi melebihi 10 juta ton ini mengandalkan 53 armada truk listrik Sany. Mereka menjadi pionir utama dalam menerapkan sistem transportasi ramah lingkungan di wilayah utara.

Mendengar kabar armada mereka melumpuh, tim teknisi gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Perjalanan menembus medan sulit ditempuh selama hampir 4 jam demi memberikan pertolongan pertama pada unit.
Guna menyelesaikan masalah, 2 teknisi lokal bekerja sama secara intensif dengan 2 ahli teknis asal Tiongkok. Sinergi lintas negara ini menjadi kunci utama untuk menangani kendala teknis yang terbilang cukup rumit.
Pemeriksaan awal mengonfirmasi bahwa genangan air yang sangat dalam telah menembus berbagai komponen vital. Gangguan ini langsung merusak keseimbangan sistem kelistrikan bertegangan tinggi pada unit traktor.
Baca Juga: Tiongkok Bikin Geger! Lebih dari 800 Truk Listrik Sany Mulai Dikirim Ke Pasar Global
Tanpa membuang waktu, para teknisi mulai menguji setiap bagian penting secara mendalam dan sangat teliti. Pengujian dilakukan mulai dari kabel tegangan tinggi, kabinet distribusi, hingga unit pengontrol utama.
Proses pemeriksaan berlanjut ke bagian PDU tegangan tinggi serta paket baterai untuk menemukan sumber kendala. Metode eliminasi satu per satu ini dilakukan agar penyebab utama kerusakan bisa segera terisolasi.
Perjuangan tanpa henti selama 17 jam hingga pukul 3 pagi akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Tim berhasil menemukan titik kerusakan utama pada relay antara PDU dan pengontrol terintegrasi 4-in-1.

Ternyata, tindakan pengemudi yang memutar kunci kontak berulang kali justru membuat situasi semakin memburuk. Kontak relay menjadi meleleh dan menyatu, sehingga mengunci gangguan isolasi di dalam sistem kendaraan.
Setelah akar permasalahan berhasil terdeteksi, proses perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Komponen relay yang rusak langsung diganti dengan unit baru agar arus listrik kembali mengalir normal.
Baca Juga: Profil Sany SE588, Truk Listrik Heavy Duty yang Bisa Tukar Baterai Cuma 5 Menit
Truk listrik tersebut akhirnya berhasil dinyalakan kembali dan siap beroperasi menembus medan berat seperti sediakala. Pihak manajemen perusahaan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi teknisi.
Keberhasilan ini membuktikan komitmen pelayanan sigap dan tangguh dalam mendampingi konsumen di mana pun berada. Kesiapan menghadapi tantangan cuaca ekstrem menjadi bukti nyata dari keandalan layanan purna jual.











