MobilKomersial.com — Awal Agustus lalu, Solar Team Eindhoven resmi memperkenalkan inovasi terbarunya, Stella Juva. Kendaraan ini merupakan ambulans bertenaga surya yang dirancang khusus untuk menembus wilayah terpencil tanpa akses listrik.
Pengembangan mobil ini melibatkan 23 mahasiswa cerdas dari TU Eindhoven. Mereka berkolaborasi menciptakan solusi atas krisis infrastruktur bahan bakar dan jaringan pengisian daya yang belum merata di negara berkembang.
Baca Juga: Intip Canggihnya Wuling Mitra EV Ambulans yang Bikin Gempar EDRR 2026
Menariknya, Stella Juva tidak difungsikan seperti ambulans konvensional pengangkut pasien. Konsep dasarnya difokuskan untuk membawa tenaga medis beserta peralatan canggih secara langsung ke pemukiman terisolasi.
Baru-baru ini, proyek mahasiswa tersebut telah menyelesaikan pengujian lapangan di Kenya. Selama uji coba, kendaraan listrik ini sukses menempuh jarak lebih dari 800 km untuk mengevaluasi kemampuan layanannya.

Pengujian berlangsung di kawasan Narok dengan melintasi jalan beraspal hingga jalur offroad yang ekstrem. Bahkan, perjalanan menuju lokasi pelayanan terpencil di Mosiro membutuhkan waktu hingga enam jam perjalanan.
Meski melalui medan berat, Stella Juva tidak mengalami kendala teknis besar. Hanya ada satu batang kemudi yang patah dan harus diganti, di mana tim berhasil memperbaikinya dengan cepat dalam waktu setengah jam saja.
Ditinjau dari segi spesifikasi medis, kendaraan ini dirancang sangat komprehensif. Kabinnya disesuaikan untuk membawa mesin sinar-X serta alat pemindai ultrasonografi yang dibutuhkan dalam diagnosa darurat di lapangan.
Selain itu, Stella Juva dibekali defibrilator eksternal otomatis untuk kondisi darurat jantung, serta teknologi pendingin khusus guna menjaga mutu vaksin agar tidak rusak akibat suhu panas ekstrem di kawasan Afrika.
Baca Juga: Wuling Mitra EV Disulap Jadi Ambulans dan Mobil Jenazah Listrik Pertama di Indonesia

Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil MPV Yang Cocok Dijadikan Ambulans
Pasokan daya mobil listrik ini diakomodasi oleh panel surya di bagian atap. Menariknya lagi, terdapat panel tambahan yang dapat direntangkan ke samping saat berhenti guna memaksimalkan penyerapan energi matahari secara masif.
Sistem tenaga surya tersebut menyuplai kebutuhan penggerak daya listrik sekaligus instrumen medis. Desain terintegrasi ini memungkinkan kendaraan beroperasi mandiri tanpa perlu bergantung pada stasiun pengisian daya umum.
Uji coba praktis berdurasi dua hari di Kenya diselenggarakan bekerja sama dengan Amref Health Africa. Tenaga medis lokal secara langsung menguji ketahanan peralatan serta konsumsi energi yang dibutuhkan saat pengoperasian.
Hasilnya menunjukkan efisiensi luar biasa, di mana Stella Juva diperkirakan sanggup melayani hingga 200 pasien selama pengujian. Produksi daya panel surya saat berhenti bahkan melebihi total beban listrik perangkat medis.

Meskipun kinerjanya mengesankan, klaim kemandirian energi total kendaraan ini masih perlu diverifikasi secara independen. Sebab, belum ada data rinci mengenai rasio konsumsi energi keseluruhan saat mobil melaju sejauh 800 km.
Berdasarkan presentasi tim, Stella Juva secara teoritis sanggup menempuh daya jelajah hingga 715 km pada hari cerah di jalan beraspal. Uji coba di Kenya ini membuktikan potensi teknisnya di medan riil yang jauh lebih berat.
Baca Juga: Kia PV5 Disulap Jadi Rumah Sakit Berjalan, Sudah Siap Dioperasikan?
Pihak Amref Health Africa menilai proyek ini sangat prospektif. Layanan mobil kesehatan ini diprediksi mampu memfasilitasi pemeriksaan ultrasonografi bagi 30–40 ibu hamil secara langsung di desa mereka tanpa perlu berpindah.
Saat ini Stella Juva masih berstatus prototipe riset. Solar Team Eindhoven kini aktif mencari kemitraan dengan perusahaan, organisasi sosial, dan pemerintah untuk mendanai pengembangan massal kendaraan inovatif tersebut.











