MobilKomersial.com — Dunia otomotif Indonesia kini tidak lagi sekadar bicara soal gaya hidup ramah lingkungan, melainkan mulai merambah ke sektor pelayanan publik yang lebih krusial.
Dalam sebuah pertemuan hangat bertajuk Media Iftar Gathering di Midaz Senayan Golf, Wuling Motors (Wuling) membuktikan bahwa teknologi nirkabel dan baterai bisa menjadi tulang punggung layanan kemanusiaan.
Baca Juga: Bersama Wuling Darion PHEV, Mudik Lebih Nyaman Bebas Khawatir
Lewat inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR), Wuling secara resmi menyerahkan unit operasional listrik terbarunya, Mitra EV Minibus, untuk disulap menjadi armada ambulans dan mobil jenazah.
Langkah ini bukan sekadar seremoni biasa. Wuling Mitra EV merupakan kendaraan listrik komersial pertama dari jenama asal Tiongkok tersebut di tanah air yang mengusung filosofi “Satu Rekan, Banyak Solusi.”

Dengan desain yang mengedepankan efisiensi ruang dan fungsionalitas teknis, kendaraan ini dirancang untuk menembus padatnya lalu lintas kota dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional berbahan bakar fosil.
Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, menegaskan bahwa visi perusahaan adalah menciptakan dampak sosial yang nyata melalui inovasi. Dimana Wuling ingin turut berkontribusi dalam menghadirkan mobilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Penyerahan Mitra EV Minibus kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Kitabisa ini diharapkan dapat mendukung layanan serta kegiatan sosial yang dijalankan,” ungkapnya kepada MobilKomersial.com di Jakarta, Jumat (14/3/2026).
Baca Juga: Biaya Cas Cuma Rp190 Ribu untuk 500 Km, JNE Tangerang Borong 10 Unit Wuling Mitra EV!
“Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen Wuling dalam menghadirkan inovasi kendaraan listrik yang tidak hanya relevan untuk kebutuhan bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya di sela-sela acara.
Tentunya, dalam kesempatan yang sama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta turut menyambut baik amunisi baru ini. Dimana dalam operasional medis, keandalan kendaraan menjadi faktor penentu antara hidup dan mati.

dr. Sulung Mulia Putra, M.P.H., selaku Kepala PK3D Dinas Kesehatan DKI Jakarta, menyoroti bagaimana kendaraan Wuling Mitra EV ini akan memperkuat infrastruktur kesehatan ibu kota.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wuling atas dukungannya melalui penyerahan kendaraan Mitra EV Minibus ini. Kendaraan ini nantinya akan kami manfaatkan sebagai ambulans untuk mendukung operasional pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Bisa Tembus 1.000 Km! Wuling Eksion PHEV Jadi Bintang Baru di IIMS 2026
“Kami berharap kehadiran kendaraan ini dapat membantu meningkatkan kesiapan layanan darurat sekaligus memperkuat fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat,” sambungnya.
Di sisi lain, kolaborasi ini menyentuh aspek kemanusiaan yang lebih dalam melalui Kitabisa. Lewat gerakan “Pulang”, unit Mitra EV ini akan dimodifikasi menjadi mobil jenazah elektrik yang dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu dan tunawisma.
Alfatih Timur, Ketua Yayasan Kita Bisa, mengapresiasi langkah inovatif ini sebagai bentuk penghormatan terakhir yang layak. Inisiatif ‘Pulang’ adalah bagian dari ekosistem Kitabisa untuk memberikan penghormatan terbaik bagi warga membutuhkan saat mangka.

“Melalui inisiatif dengan jenama ‘Pulang’ Kitabisa akan menggunakan mobil jenazah elektrik ini untuk mengantarkan berpulangnya jenazah dari kalangan kurang mampu dan juga jenazah tunawisma,” ungkapnya.
Secara teknis, Wuling Mitra EV memang memiliki profil yang ideal untuk layanan publik yang menawarkan akselerasi yang halus dan kabin yang senyap, memberikan kenyamanan lebih bagi pasien maupun keluarga yang sedang berduka.
Baca Juga: Wuling Beri ‘Suntikan’ Gaya Baru Pada New Alvez, Tampil Lebih Agresif, Harga Mulai Rp 217 Juta
Kabinnya yang luas memungkinkan transformasi interior yang fleksibel, baik untuk memuat peralatan medis darurat (stretcher, tabung oksigen, dan monitor jantung) maupun perlengkapan pemulasaraan jenazah.
Kendati demikian, dengan biaya perawatan yang lebih simpel karena minimnya komponen bergerak dibandingkan mesin pembakaran dalam, armada ini diharapkan dapat beroperasi secara kontinu dengan durabilitas yang tinggi demi melayani masyarakat luas.











