MobilKomersial.com — Untuk mempercepat transisi hijau melalui elektrifikasi transportasi publik, Pemprov DKI menarget mengoperasikan 10.047 bus listrik pada 2030 guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mengurangi polusi dan emisi dan mengurangi kemacetan.
Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengoperasikan 500 bus listrik demi menargetkan menuju Net Zero Emission pada 2050, menurunkan emisi gas rumah kaca 30 persen pada 2030, serta meningkatkan perjalanan menggunakan transportasi publik hingga 55 persen pada 2044.
“Jakarta sendiri saat ini tengah menghadapi tantangan mobilitas, mengingat jumlah penduduknya yang mencapai 11,1 juta jiwa serta 41,9 juta jiwa menghuni kawasan penyangga, jumlah populasi dan pergerakan komuter harian yang masif ini memberikan tekanan signifikan pada sistem mobilitas perkotaan kami,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Kamis (20/8/2026).
Baca juga: Sebelum Operasional, Damri Pastikan Bus Listrik dalam Kondisi Optimal

Menurut Pramono, sektor transportasi ini merupakan sumber emisi gas rumah kaca terbesar, yang menyumbang 52 persen dari emisi langsung pada 2024. Tingginya angka penggunaan kendaraan pribadi berdampak pada masalah kemacetan, polusi, hingga penurunan kualitas hidup.
“Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk menjadikan transportasi publik sebagai moda pilihan utama dalam bermobilitas dan juga transformasi transportasi menjadi bagian penting dari agenda rendah karbon Jakarta,” ujarnya.
Baca juga: Sejak 2023 Hingga Kini, Damri Operasikan Total 286 Bus Listrik
Meski demikian, Kata Pramono, sektor transportasi ini merupakan sumber emisi gas rumah kaca terbesar, yang menyumbang 52 persen dari emisi langsung pada 2024. Tingginya angka penggunaan kendaraan pribadi berdampak pada masalah kemacetan, polusi, hingga penurunan kualitas hidup.
“Untuk mempercepat transisi hijau melalui elektrifikasi transportasi publik, Pemprov DKI telah mengoperasikan 500 bus listrik dan menargetkan 10.047 bus listrik pada 2030. Hal ini berarti seluruh armada TransJakarta akan beralih ke tenaga listrik,” ungkapnya.











