MobilKomersial.com — Exhaust Gas Recirculation (Resirkulasi Gas Buang) atau yang lebih dikenal dengan EGR merupakan pengendalian emisi terutama pada mesin diesel modern karena menurunkan konsentrasi oksigen dalam silinder dan suhu pembakaran dan menekan emisi gas berbahaya serta menjaga efisiensi mesin.
EGR yang berfungsi sangat membantu kinerja turbocharge ini masih dianggap tidak perlu kehadirannya oleh beberapa pemilik kendaraan sehingga banyak mobil yang bermesin diesel lebih memilih menutup EGR tersebut.
Baca juga: Bisa Berubah Gelap Otomatis! Wealthy Blackrock 24 Hadirkan Kaca Film Pintar Masa Depan

“Jadi EGR di mobil diesel itu sangat berguna kehadirannya karena membantu mengendalikan emisi gas buang serta menjaga efisiensi mesin, jadi tidak perlu ditutup kalau memang kotor ya dibersihkan,” kata CEO & Founder Wealthy Group, Arief Hidayat, kepada MobilKomersial.com.
Menurut Arief, penutupan pada EGR tidak hanya memengaruhi emisi, hal tersebut juga mengubah tekanan manifold knalpot, keseimbangan energi turbin, kondisi aliran kompresor, rasio udara-bahan bakar, dan suhu gas buang.
“Ada beberapa faktor yang memengaruhi mesin jika EGR ditutup seperti peningkatan emisi nitrogen oksida, suhu pembakaran yang lebih tinggi dan beban termal yang lebih besar, peningkatan entalpi knalpot serta tekanan termal pada turbocharger, gangguan turbocharger, ketidakcocokan kalibrasi serta ketidakstabilan kontrol,” ujarnya.
Baca juga: Wealthy Engine Diesel Treatment Dapat Bersihkan EGR, Turbocharged Hingga Catalytic Converter

Dari perspektif sistem turbocharger, kata Arief, penutupan EGR menghasilkan hasil beragam yang sering disalah pahami. Meskipun jalur asupan sisi kompresor mungkin tetap lebih bersih karena knalpot yang disirkulasi kembali dengan lebih sedikit, manfaat nyata ini harus ditimbang dengan kemungkinan suhu buang yang lebih tinggi, kerja turbin yang berubah, dan hubungan tekanan asupan-knalpot yang berbeda.
“Menutup sistem EGR pada mesin diesel turbocharged tidak dapat dianggap sebagai modifikasi kinerja sederhana. Meskipun penutupan EGR dapat mengurangi kontaminasi asupan, penutupan EGR secara bersamaan meningkatkan emisi NOx keluar mesin, meningkatkan suhu pembakaran, memodifikasi kondisi termal knalpot, mengganggu pencocokan turbocharger, dan mengalihkan beban kontrol emisi tambahan ke sistem aftertreatment,” ungkapnya.











