Ban Hybrid dirancang sebagai perpaduan teknologi antara ban EV dan ICE, menggunakan bahan penguat yang lebih ringan untuk mengoptimalkan efisiensi bahan bakar namun tetap memiliki kemampuan meredam suara saat mobil beroperasi dalam mode elektrik.
Ban jenis ini diformulasikan untuk memiliki hambatan gelinding rendah guna mendukung efisiensi bahan bakar dan jangkauan listrik, namun tetap memberikan cengkraman yang kuat saat mesin pembakaran internal mengambil alih tenaga.
Baca Juga: Awas! Mesin TGDI Bisa Hancur Seketika Karena LSPI, Ini Cara Tepat Mengatasinya
“Tantangan terbesar dalam memproduksi ban modern adalah menjaga keseimbangan antara cengkeraman dan keausan. Ban EV, misalnya, harus mampu menangani torsi tinggi secara instan saat akselerasi tanpa membuatnya cepat aus,” terang Arief.

“Dan ban hybrid sebagai solusi adaptif yang harus mampu menangani transisi antara dua sumber tenaga yang berbeda tanpa mengorbankan durabilitas,” sambung pria penyandang gelar Master di bidang teknik mesin tersebut.
Sementara itu, ban untuk kendaraan ICE tetap mengedepankan prinsip rekayasa tradisional yang fokus pada daya tahan dan kinerja di berbagai kondisi jalan yang telah teruji selama beberapa dekade.
Karena tidak perlu menopang baterai berat atau meredam kesunyian motor listrik, konstruksi ban ICE umumnya lebih ringan dan fleksibel, dengan fokus pada efisiensi biaya dan umur panjang penggunaan di spektrum skenario berkendara yang luas.

“Meskipun teknologi terus berkembang, standar keselamatan dan ketahanan pada ban ICE tetap menjadi fondasi penting bagi seluruh inovasi ban yang kita lihat saat ini di pasar otomotif,” tegas Arief.
Evolusi teknologi ini mencerminkan komitmen mendalam terhadap masa depan mobilitas. Pemahaman mendalam mengenai perbedaan konstruksi ini sangat penting bagi pengelola armada dan manufaktur ban untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal.
“Dengan memahami bahwa ban EV membutuhkan cengkeraman lebih kuat untuk menangani torsi instan, atau ban hybrid memerlukan keseimbangan berat yang presisi, konsumen dapat berkendara dengan lebih aman dan efisien,” pungkas Arief Hidayat.











