MobilKomersial.com — Panggung Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 menjadi saksi langkah agresif Sailun Group dalam memperkuat eksistensinya di pasar otomotif Indonesia.
Produsen ban asal China ini secara resmi memperkenalkan dua lini produk terbaru, yakni S690 dan SFR25, yang dirancang khusus untuk mendongkrak performa kendaraan operasional lintas sektor.
Baca Juga: Lebih ‘Manja’ dari Ban Mobil, Ini Alasan Ban Truk Perlu Cek Tekanan Angin Tiap Dua Minggu
Kehadiran kedua ban baru tersebut menjadi jawaban atas tantangan efisiensi yang kian krusial bagi para pengusaha armada dan logistik nasional.
Fokus utama Sailun melalui model S690 terletak pada ketangguhan untuk rute-rute jarak jauh yang didominasi jalur bebas hambatan. Ban ini dirancang agar tetap stabil meski harus memikul beban berat di bawah penggunaan intensif dan kondisi jalan tol yang dinamis.

Selain itu, melalui peningkatan pada aspek keandalan, Sailun S690 juga diproyeksikan untuk mampu memberikan rasa aman lebih bagi pengemudi sekaligus menjamin kelancaran distribusi logistik antar-kota.
Di sisi lain, Sailun menghadirkan SFR25 sebagai solusi serbaguna untuk kebutuhan transportasi regional hingga jarak menengah. Keunggulan utama varian ini terletak pada optimalisasi struktur dan desain tapak yang mampu menekan angka rolling resistance.
Baca Juga: Prioritaskan Keselamatan, Pahami Cara Kerja Rolling Resistance pada Ban Truk dan Bus
Hasilnya, ban ini tidak hanya memiliki usia pakai yang panjang berkat ketahanan aus yang baik, tetapi juga berkontribusi langsung pada penghematan konsumsi bahan bakar armada tanpa sedikitpun mengurangi kualitas pengereman maupun kenyamanan berkendara.
Mengenai peluncuran kedua ban baru tersebut, Eko Supriyatin selaku Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, menekankan betapa pentingnya detail teknis dalam menunjang bisnis transportasi.
Ia menjelaskan bahwa setiap aspek pada ban sangat berdampak pada biaya operasional perusahaan. “Dalam transportasi komersial, setiap detail berpengaruh terhadap efisiensi dan biaya operasional,” ujar Eko di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Bahaya Mengintai, Ini Tips Hindari Slip Pada Ban Truk Tambang
Komitmen Sailun untuk membawa teknologi global ke level lokal juga terlihat dari spesifikasi teknis yang ditawarkan. Eko menambahkan bahwa inovasi mereka mencakup desain energi rendah hingga daya tahan tinggi di berbagai medan jalan.
“Mulai dari desain rolling resistance rendah untuk mengurangi konsumsi energi hingga produk dengan daya tahan tinggi yang mampu menghadapi berbagai kondisi jalan. Kami membantu pelanggan mengelola armada secara lebih efisien,” jelasnya.

Ekspansi Sailun di Indonesia tidak hanya berhenti pada peluncuran produk melalui merek-merek seperti Sailun, Road X, Blackhawk, hingga Maxam. Perusahaan ini telah menunjukkan keseriusan jangka panjang dengan membangun fasilitas produksi manufaktur.
Pabrik yang terletak di Demak, Jawa Tengah tersebut memiliki kapasitas produksi yang sangat masif, mencakup jutaan unit ban untuk kendaraan penumpang (PCR) hingga ratusan ribu ban truk dan bus (TBR) serta ban alat berat (OTR).
Baca Juga: Bedah Spesifikasi Ban Truk Dakar, Harus Kuat Menahan Beban 8,5 Ton di Kecepatan Tinggi!
Langkah strategis ini pun menandakan transisi Sailun Group yang tidak lagi sekadar menjadi perusahaan importir, melainkan bagian dari rantai pasok industri otomotif lokal, melalui produksi ban secara lokal dengan spesifikasi yang menjanjikan.
Kedepannya, perusahaan berambisi untuk terus mendorong evolusi solusi ban yang berkelanjutan demi memberikan nilai tambah yang nyata bagi industri transportasi di Indonesia maupun secara global.











