MobilKomersial.com — Truk mixer atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan nama truk molen memiliki dua varian berbeda untuk jenis ukurannya. Truk yang khusus membawa beton cair ini harus selalu berputar bagian mixernya agar muatan tidak mengeras.
Truk mixer ini banyak sekali digunakan pada proses kegiatan konstruksi serta pembangunan mulai dari rumah, gedung perkantoran maupun jalan raya. untuk muatannya sendiri, truk mixer membawa beton curah siap pakai (Readymix Concrete), yang dikirim dari pabrik beton menuju ke lokasi pengecoran.
Baca juga: Karoseri Piala Mas Sulap Bus Double Decker Transjakarta Jadi Restoran Mewah

Pemilik Putra Mandiri Tehnik (PMT) Karoseri, Suratno mengungkapkan bahwa ada dua varian truk mixer atau truk molen yakni yang berukuran kecil dengan muatan 3 kubik serta yang besar memiliki muatan 7 kubik.
“Jadi truk mixer itu ada dua jenis, yang ukuran besar dengan truk 6×4 serta yang kecil dengan truk 4×2, truk ini juga dilengkapi dengan PTO Fly Wheel yang berfungsi untuk mixernya terus bergerak,” kata Suratno beberapa waktu lalu.
Baca juga: Deretan Truk yang Cocok Jadi Angkutan Logistik di Indonesia

Menurut pria yang akrab disapa Nuno ini, selain mixer untuk menampung beton cair, terdapat pula tangki air kecil yang berada diantara kabin truk dan mixer, fungsinya adalah untuk menyimpan air yang nantinya digunakan untuk membersihkan sisa beton di dalam mixer dan wadah yang ada di bagian belakang.
Dikutip dari laman Astra UD Trucks, untuk menjaga konsistensi beton segar di dalam truk mixer, diperlukan proses agitasi atau putaran tabung truk mixer. Tabung truk tersebut dilengkapi dengan bilah-bilah baja yang selalu berputar berlawanan arah jarum jam selama perjalanan.
Baca juga: Transjakarta Kembali Layani Rute B11 Summarecon Bekasi – Cawang
Kemudian di dalam tabung truk mixer terdapat bilah-bilah baja yang selalu berputar berlawanan arah jam selama perjalanan menuju lokasi pembangunan. Selama pengangkutan, putaran tabung berkisar antara 8 hingga 12 putaran per menit.
Tujuannya tentu untuk menjaga isi tabung truk mixer yang berupa beton tetap tercampur (homogen) dan tidak mengeras saat dikeluarkan. Karena bila terjadi pengerasan pada beton dalam isi truk mixer, maka beton tidak bisa dikeluarkan dari tabung truk mixer.










