MobilKomersial.com — Pemeriksaan rem truk sebelum beroperasi sangat penting dilakukan oleh pengemudi untuk mengetahui kinerja alat tersebut saat digunakan berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kendala saat melakukan perjalanan jauh.
Kasus rem blong pada truk yang mengakibatkan kecelakaan fatal dan dapat menyebabkan korban jiwa bisa diatasi sebelumnya jika pengemudi sadar dan memberitau masalah tersebut kepada mekanik sebelum operasional dimulai.
Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan menyebutkan bahwa selama investigasi kasus kecelakaan yang diperiksanya, rem blong pada truk adalah kasus kecelakaan yang konyol.
Baca juga: Hino Bus 136 MDBL 4×4, Solusi Angkutan Karyawan Pertambangan dan Perkebunan untuk Medan Offroad

“Sebagai contoh, terkait dengan rem blong itu penyebabnya cuma dua, yang pertama itu kesalahan pengemudi menggunakan transmisi di jalan menurun dan yang kedua adanya malfungsi atau kebocoran dari sistem rem,” kata Wildan beberapa waktu lalu di GIICOMVEC 2026.
Menurut Wildan, kecelakaan rem blong yang terjadi di Indonesia sebenarnya tidak perlu terjadi, ia mencontohkan di Amerika dalam satu tahun, kecelakaan rem blong pada truk hanya terjadi satu kali, bahkan di Jepang dalam lima tahun kecelakaan rem blong terjadi hanya satu kali.
“Hanya di Indonesia saja kecelakaan rem blong pada truk itu terjadi berulang-ulang. Ini menunjukan ada sesuatu yang harus diperbaiki, saya bertemu dengan pemilik kendaraan yang jumlahnya lumayan banyak, kita latih pengemudinya, kita berikan pemahaman tentang torsi, kita latih tentang pengereman dan bagaimana pneggunaan RPM,” ujarnya.
Baca juga: Uji Jalan B50 Capai 40 Km, Hino Belum Terima Laporan Kendala
Dan hasil dari pelatihan tersebut, lanjut Wildan efisiensi yang didapat dari biaya pemeliharaan kendaraan dari yang biasa dikeluarkan sebanyak Rp 3 miliar, menjadi Rp 900 juta, belum lagi dari sisi efisiensi bbm.
“Artinya disini, peran dari pengemudi disini sangat penting, kita tau bahwa pengemudi kita itu hampir tidak ada yang terdidik dan terlatih dengan dan benar, maka dari itu program kami di KNKT bagaimana dapat melatih pengemudi ini menjadi terlatih dengan benar,” ungkapnya.











