MobilKomersial.com — Kecil bukan berarti menjadi hal yang sepele, pentingnya komponen kecil dalam perawatan kendaraan seringkali luput dari perhatian pemilik mobil maupun tenaga mekanik di bengkel.
Salah satu elemen yang kerap dianggap sepele namun memiliki dampak fatal jika diabaikan adalah washer atau ring pada drain plug (baut pembuangan) oli mesin.
Fenomena salah kaprah dalam penggunaan komponen tersebut memicu keprihatinan serius dari para pakar otomotif, termasuk Arief Hidayat MA., Eng., selaku CEO & Founder PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group).
Menurut Arief, banyak bengkel yang tersebar di Indonesia yang masih melakukan praktik improvisasi berbahaya dengan mengganti washer menggunakan seal tape atau selotip pipa berbasis PVC.

“Padahal, seal tape dirancang khusus untuk aplikasi pipa ledeng dan sama sekali tidak diperuntukkan bagi penggunaan otomotif yang ekstrem,” jelasnya kepada MobilKomersial.com, Rabu (25/2/2026).
“Praktik keliru ini sering kali didasari oleh keinginan untuk mencegah kebocoran dengan cara instan, namun justru berisiko menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan mesin jangka panjang,” tambah Arief.
Secara teknis, washer yang dipasang di antara drain plug dan oil pan memiliki tiga fungsi vital yang tidak bisa digantikan oleh bahan lain. Fungsi pertama adalah mencegah kebocoran oli melalui bukaan baut pembuangan.
Kedua, washer juga berperan penting sebagai penyerap getaran mesin yang dapat melonggarkan baut selama operasional, sehingga memastikan segel tetap kencang dan aman tanpa adanya kebocoran.
Baca Juga: Strategi Pendinginan Mesin di Iklim Tropis, Haruskah Menggunakan Antifreeze?

Fungsi ketiga yang tak kalah penting adalah mendistribusikan tekanan pengencangan baut secara merata ke seluruh permukaan oil pan. Tanpa adanya washer, tekanan akan terpusat pada satu titik kecil yang berisiko merusak ulir atau mendistorsi permukaan wadah oli.
“Penggunaan seal tape justru mengundang petaka mekanis. Material PVC pada selotip tersebut dapat menyebabkan pengikisan pada ulir oil pan, yang seiring waktu akan membuat lubang baut membesar dan tidak dapat digunakan lagi,” tegas Arief.
Selain itu, serpihan selotip yang terlepas berisiko masuk ke dalam sirkulasi oli dan menyumbat oil strainer, sebuah kondisi kritis yang dapat menghambat aliran pelumas dan menyebabkan keausan prematur pada komponen internal mesin.
Lebih lanjut, ia menyoroti keberadaan washer berbahan kertas hardboard di pasaran yang meski murah, namun sangat rentan rusak dan tidak memiliki daya tahan memadai dalam menjaga integritas sistem pembuangan oli.

Sebagai solusi profesional, Wealthy Group melalui edukasi yang konsisten selama bertahun-tahun mendorong penggunaan washer berkualitas tinggi berbahan aluminium atau tembaga sesuai rekomendasi pabrikan.
Wealthy sendiri menyediakan pilihan washer dalam warna hitam dan abu-abu yang disesuaikan dengan preferensi pasar, seperti produsen Jepang yang cenderung memilih warna hitam demi estetika tanpa mengurangi efektivitas fungsionalnya.
Baca Juga: Jangan Salah Kaprah! Campur Pembersih ke Tangki BBM Tak Efektif Cuci Catalytic Converter
Bagi para pemilik bengkel, Arief menyarankan agar penggantian washer dijadikan standar prosedur tetap setiap kali melakukan penggantian oli rutin sebagai investasi layanan berkualitas yang dapat membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
“Dengan komponen yang tepat, bengkel tidak hanya melindungi mesin kendaraan konsumen dari kerusakan mahal, tetapi juga meningkatkan reputasi sebagai penyedia layanan profesional yang patuh pada standar industri otomotif yang benar,” pungkasnya.











