MobilKomersial.com — Kebijakan pemerintah terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), mewajibkan kendaraan niaga yang dibuat dan dipasarkan di Indonesia menggunakan minimal 40% produk buatan Indonesia.
Hal tersebut tentu disambut dengan baik oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai distributor dan pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia.
Dari 37 varian Mitsubishi Fuso yang dijual di Indonesia baik model Fighter maupun truk kepala kuning alias Canter, sebanyak 20 varian telah bersertifikat TKDN.
Baca juga: Bukan Sekadar Donasi, Mitsubishi Fuso Bawa Teknologi Masa Depan ke SMK Negeri 3 Sorong

“Kami berkomitmen terhadap perkembangan industri lokal dan menjaga integritas dalam proses TKDN tersebut,” kata Industry Policy Dept, Muhammad Zaka Zakarsa, dalam unggahan di akun resmi Instagram PT KTB, Selasa (3/2/2026).
Sebagai informasi, dari 37 varian truk Mitsubishi Fuso, Canter memiliki 56% kandungan dalam negeri, sementara Fighter mencapai 45%. Tingginya angka TKDN tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi KTB dalam mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
Tidak hanya itu, selama 55 tahun berkiprah di Indonesia, Mitsubishi Fuso juga meningkatkan peluang kerja bagi tenaga kerja lokal mulai di pabrik hingga diler yang ada di seluruh Indonesia.
Baca juga: Mitsubishi Fuso Pasarkan eCanter di UEA, Hadirkan Solusi Pengantaran Logistik Tanpa Emisi

Didukung oleh 100 perusahaan supplier lokal sebagai penyedia parts, kendaraan niaga Mitsubishi Fuso diproduksi dan dirakit melalui fasilitas PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM) dan PT Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing (MKM) yang telah berdiri selama lebih dari lima dekade.
Seluruh lini produk Mitsubishi Fuso, termasuk yang terbaru Fighter X FM65F Tractor Head 4×2, dirakit oleh tenaga kerja Indonesia yang terampil dan berpengalaman di bawah pengawasan ketat sistem kontrol kualitas global Mitsubishi Fuso.
Proses perakitan dilakukan sepenuhnya di pabrik PT KRM, mulai dari chassis assembly, engine installation, hingga running test, untuk memastikan setiap unit memenuhi standar performa dan keamanan.
PT KRM juga telah menerapkan sistem production tracking berbasis QR code pada kabin dan sasis untuk memantau progres serta potensi defect setiap unit secara real-time.











