MobilKomersial.com — Mesin yang cepat panas atau overheating masih menjadi momok menakutkan bagi para pemilik kendaraan, terutama di tengah mobilitas yang tinggi. Sebagai komponen vital, radiator memegang peran kunci dalam menjaga stabilitas suhu mesin.
Namun, hingga kini masih banyak pengguna mobil yang terjebak dalam dilema klasik: apakah cukup menggunakan air biasa atau wajib beralih ke cairan khusus alias coolant?
Menanggapi fenomena tersebut, CEO & Founder PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group), Arief Hidayat MA Eng., menegaskan bahwa tidak ada dikotomi alias tak dapat dibedakan antara mobil baru maupun mobil tua dalam hal penggunaan coolant.
Menurutnya, yang paling menentukan efektivitas sistem pendinginan bukanlah usia kendaraan, melainkan kondisi perawatan radiator itu sendiri. Dimana, kinerja coolant tidak berdiri sendiri, melainkan sangat bergantung pada kebersihan jalur sirkulasi di dalam mesin.
“Kinerja radiator coolant tidak bekerja sendiri dalam sistem pendinginan. Pertama harus dilihat dulu kondisi radiator, Apakah dalamannya bersih dan terawat,” ungkapnya kepada MobilKomersial.com, Sabtu (3/1/2025).

Sebelum beralih menggunakan coolant, kondisi fisik radiator harus dipastikan bebas dari kotoran maupun bibit korosi. Arief menjelaskan bahwa indikasi paling mudah untuk melihat adanya masalah adalah dari warna air yang keruh.
Jika ditemukan kondisi demikian, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menguras sistem pendinginan secara total dengan mengganti air secara berulang hingga cairan yang terlihat benar-benar jernih, barulah kemudian coolant berkualitas bisa dimasukkan.
“Biasanya radiator seperti itu sebelumnya diisi air sulingan atau air biasa jadinya akan keruh atau kotor. Kalau sudah bersih total masukkan cairan coolant, tentunya yang memiliki kandungan yang baik untuk mesin,” sambungnya.
Baca Juga: Mengenal Thermal Runaway Pada Kendaraan Listrik dan Pencegahannya
Kebutuhan akan coolant berkualitas menjadi semakin mendesak mengingat iklim tropis Indonesia yang lembab. Arief menyarankan penggunaan cairan yang telah dilengkapi aditif anti-karat dan anti-lumut.
Keberadaan lumut di saluran pipa radiator sering kali menjadi penyebab utama penyumbatan yang menghambat sirkulasi air sehingga proses pembuangan panas pun terhenti, yang pada akhirnya memicu lonjakan temperatur mesin hingga terjadi overheating.
“Jika radiator berkarat dan berlumut, pasti akan menyebabkan masalah. Lumut yang tumbuh di saluran pipa radiator bisa membuat mampet, sehingga air tidak bisa bersirkulasi dan membuat proses pendinginan mesin terganggu yang dapat membuat overheating,” ucapnya.
Sebagai solusi preventif, Radiator Coolant keluaran Wealthy hadir menawarkan perlindungan menyeluruh untuk sistem pendinginan yang dirancang tidak hanya untuk meredam panas berlebih, tetapi juga memproteksi tambahan terhadap korosi dan endapan.

Keunggulan lainnya terletak pada formula aditif yang mampu memberikan pelumasan pada pompa air atau water pump agar tidak mudah macet. Dengan spesifikasi tersebut, cairan ini diklaim sangat fleksibel dan cocok untuk berbagai jenis mobil.
“Formulanya dilengkapi dengan aditif yang mampu memberikan lubrikasi pada water pump. Sehingga pompa pemutar air ini tidak gampang macet. Produk ini cocok untuk semua jenis mobil, baik mobil Asia atau Eropa, baik bermesin bensin atau diesel,” pungkasnya.
Baca Juga: Oli Mesin API CK-4 Jadi Kunci Kelancaran Operasi Ground Support Equipment Bandara, Ini Faktanya
Pada akhirnya, menjaga kesehatan radiator bukan sekadar rutinitas perawatan kendaraan biasa, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga performa mesin tetap optimal, sehingga mobil dapat terus digunakan dengan nyaman dan aman.
Dengan memilih cairan pendingin yang tepat seperti besutan Wealthy dan memastikan sistem sirkulasi tetap bersih, pemilik kendaraan dapat berkendara dengan lebih tenang tanpa perlu khawatir akan ancaman overheating.
Kesadaran untuk beralih dari air biasa ke coolant berkualitas adalah langkah sederhana namun berdampak besar dalam memperpanjang usia pakai mobil kesayangan Anda di tengah tantangan iklim tropis yang ekstrem.











