MobilKomersial.com — BYD, raksasa manufaktur kendaraan energi baru (NEV) asal Tiongkok, baru saja mengukuhkan dominasinya di pasar transportasi publik Eropa melalui kesepakatan besar dengan De Lijn.
Operator transportasi publik utama di wilayah Flanders, Belgia, tersebut telah resmi memesan sebanyak 268 unit bus listrik model B12.b.
Baca Juga: Mengungkap Detail Spesifikasi Bus Listrik Hino Blue Ribbon Z EV
Langkah ambisius ini merupakan bagian dari perjanjian kerangka kerja strategis yang memungkinkan De Lijn untuk menambah hingga 500 unit bus listrik berukuran 12 meter demi mewujudkan visi transportasi nol emisi secara penuh pada tahun 2035.
Keputusan De Lijn untuk mempercayakan armadanya kepada BYD bukan tanpa alasan. Performa operasional yang mumpuni serta tingkat keandalan tinggi dari unit-unit bus listrik BYD yang telah lebih dulu meluncur menjadi bukti nyata keunggulan teknologi mereka.

Fokus utama yang membuat BYD B12.b begitu istimewa terletak pada jantung mekanisnya. Bus ini merupakan model pertama yang dibangun di atas platform eBus generasi terbaru BYD yang mengusung inovasi Blade Battery Chassis.
Berbeda dengan konfigurasi konvensional, BYD menerapkan teknologi Cell-to-Chassis (CTC) yang mengintegrasikan paket baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) secara langsung ke dalam struktur sasis.
Inovasi ini memberikan dampak signifikan pada efisiensi ruang dan stabilitas kendaraan. Dengan menjadikan baterai sebagai bagian struktural, torsi bus meningkat drastis hingga lebih dari 55.000 Nm, sementara pusat gravitasi kendaraan berhasil diturunkan hingga 40%.
Baca Juga: Dua Bus Listrik VinFast EB8 dan EB12 Meluncur di Pasar Eropa, Simak Spesifikasinya
Hasilnya, bus menjadi jauh lebih stabil saat bermanuver di tikungan tajam dan memiliki ruang kabin yang lebih lapang dengan lantai rendah (low-floor) untuk memudahkan akses penumpang, termasuk penyandang disabilitas.
Bicara soal daya jelajah, BYD B12.b dibekali baterai berkapasitas masif hingga 500 kWh yang memungkinkan bus menempuh jarak hingga 600 km dalam sekali pengisian daya, sebuah angka yang sangat krusial bagi rute-rute perkotaan yang padat dan panjang.
Untuk pengisian daya, BYD menawarkan fleksibilitas tinggi melalui opsi pantograph yang mendukung daya pengisian hingga 500 kW, memungkinkan baterai terisi penuh dalam waktu yang sangat singkat untuk meminimalkan waktu henti (downtime).

Dapur pacunya digerakkan oleh dua motor hub roda tipe hairpin dengan output daya masing-masing sebesar 150 kW atau sekitar 203 dk sehingga menghasilkan total tenaga mencapai 300 kW atau setara dengan 402 dk.
Kemudian, penggunaan kontroler 6-in-1 berbasis teknologi Silicon Carbide (SiC) turut memastikan efisiensi energi mencapai 99,5%, sekaligus memangkas bobot komponen hingga 15% dibandingkan sistem tradisional.
Baca Juga: Membongkar Spesifikasi Lengkap Kia PV5 Cargo EV, Pesaing Serius di Dunia Logistik
Tidak hanya unggul dalam hal teknis, interior BYD B12.b dirancang untuk memanjakan hingga 105 penumpang. Kabin yang senyap dipadukan dengan sistem manajemen termal yang mampu mengoptimalkan suhu kabin sekaligus memperpanjang umur baterai.
Bagi pengemudi, BYD menyematkan panel instrumen digital sepenuhnya serta berbagai fitur bantuan berkendara tingkat lanjut, termasuk sistem keselamatan canggih berupa Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Sistem keselamatan bus itu mencakup Advanced Emergency Braking System (AEBS), pemantau titik buta (Blind Spot Monitoring), hingga peringatan kantuk bagi pengemudi (Driver Drowsiness and Attention Warning).
“Semua fitur ini dirancang untuk memenuhi standar keamanan ketat di Eropa, memastikan perjalanan tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga aman bagi semua pengguna jalan,” ucap Stella Li, Wakil Presiden Eksekutif BYD, Selasa (23/12/2025).
Baca Juga: MG Punya Bus Listrik Canggih iEV12, Intip Detail Spesifikasinya
“Bus listrik B12.b terbaru kami memanfaatkan kapabilitas Litbang (R&D) BYD yang kuat untuk menghadirkan standar keselamatan tingkat lanjut, efisiensi energi yang tinggi, serta pengalaman mobilitas elektrik yang bersih dan senyap,” sambungnya.
Kendati demikian, dengan lebih dari 7.000 bus listrik yang sudah beroperasi di 160 kota di seluruh dunia, BYD terus memimpin transformasi global menuju era transportasi yang lebih modern, lebih bersih, tenang, dan berkelanjutan.











