MobilKomersial.com — Hino Motors (Hino), sebagai salah satu produsen raksasa kendaraan komersial asal Jepang, telah menghadirkan babak baru dalam mobilitas perkotaan dengan bus listrik Hino Blue Ribbon Z EV.
Dirancang secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan jalanan dan rute bus di Jepang, kendaraan ini tidak hanya mengusung konsep nol emisi, tetapi juga memadukan teknologi EV canggih dengan standar kenyamanan dan keselamatan tertinggi.
Baca Juga: MG Punya Bus Listrik Canggih iEV12, Intip Detail Spesifikasinya
Bus dengan kode kendaraan ZAC-KV828L1 ini merupakan kendaraan kategori berat, dengan Berat Kotor Kendaraan (GVW) melebihi 16 ton. Jantung dari Blue Ribbon ZEV adalah sistem penggerak listrik yang canggih.
Ia mengandalkan Motor Induksi AC tipe HR11. Bus ini ditenagai oleh sepasang motor penggerak yang secara kolektif menghasilkan daya terukur (rated output) dengan total sebesar 174 kW (87 kW x 2).
Puncak performanya mencapai daya maksimum 250 kW (125 kW x 2) pada 3.430 rpm dan torsi maksimum 960 Nm (480 Nm x 2) pada 100 rpm. Tenaga dari motor disalurkan melalui sistem penggerak roda belakang (2-4D), yang memiliki rasio reduksi total sebesar 22.66.

Sebagai kendaraan listrik murni, performa sangat ditentukan oleh baterainya. Blue Ribbon ZEV dibekali dengan 11 unit baterai Lithium-ion tipe RCC22. Seluruh rangkaian baterai ini bekerja pada tegangan total 354 V dan menyimpan total energi baterai sebesar 242 kWh.
Berdasarkan laman resminya, baterai ini menggunakan desain modular dengan kepadatan energi tinggi dan ditempatkan secara terdistribusi di bagian atap dan belakang bus untuk mencapai pembagian bobot yang optimal.
Untuk menjaga kinerja dan memperpanjang umur baterai, bus ini dilengkapi dengan sistem manajemen termal berpendingin air khusus yang mengelola suhu secara terperinci melalui dua sistem (atap dan belakang).
Berdasarkan nilai yang disetujui oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) Jepang, bus ini mampu mencapai jarak tempuh sekali pengisian daya sejauh 360 km pada kecepatan 30 km/jam.

Selain itu, tingkat konsumsi energi listrik AC-nya tercatat sebesar 680 Wh/km (juga berdasarkan nilai uji MLIT pada 30 km/jam). Perlu diketahui bahwa jarak tempuh dan konsumsi energi aktual dapat sangat berbeda, dipengaruhi oleh kondisi seperti iklim.
Dari aspek lingkungan, bus ini merupakan kendaraan yang tidak dikenakan regulasi emisi gas buang karena beroperasi tanpa menghasilkan emisi. Bahkan memenuhi regulasi kebisingan Heisei 28 dan menggunakan refrigerant pendingin udara HFC-134a 2.900 gram.
Baca Juga: Dua Bus Listrik VinFast EB8 dan EB12 Meluncur di Pasar Eropa, Simak Spesifikasinya
Pengisian daya bus listrik Hino Blue Ribbon Z EV juga dapat dilakukan melalui standar CHAdeMO dan bus ini mampu menerima daya hingga 50 kW untuk pengisian cepat, dengan port pengisian yang terletak di sisi kiri belakang.
Di sektor penggerak, Hino mengadopsi teknologi Hub Motor Drop Axle, dimana motor listrik dipasang langsung di kedua sisi gandar belakang, memungkinkan penggerak yang mulus dengan getaran dan kebisingan yang sangat rendah.

Pengemudi dapat memilih empat tingkat daya pengereman regeneratif yang berfungsi sebagai pengereman tambahan, berkoordinasi dengan rem kaki untuk meningkatkan jangkauan tempuh listrik dan memperpanjang usia bantalan rem.
Salah satu inovasi paling mencolok dari Blue Ribbon Z EV adalah desain interiornya. Hino sukses menciptakan lantai yang sepenuhnya rata (full-flat floor) dari bagian paling depan hingga kursi paling belakang.
Keamanan dan kenyamanan dalam kabin diperkuat oleh ketinggian interior belakang yang mencapai 2.405 mm pada permukaan area non-step, memberikan ruang kepala yang lega bahkan saat bus sedang padat.
Untuk aksesibilitas, bus ini memiliki tinggi langkah yang dioptimalkan, fitur penyesuaian ketinggian yang dapat menurunkan sisi kiri saat penumpang naik atau turun, dan dilengkapi reversible ramp plate yang mudah dioperasikan untuk memfasilitasi pengguna kursi roda.

Bus juga dilengkapi kursi prioritas yang menghadap ke depan, dilengkapi dengan pegangan tangan yang lebar dan mudah digenggam. Kenyamanan juga didukung oleh sistem tata udara yang canggih, kombinasi dari paket AC elektrik dan pemanas tegangan tinggi.
Sistem yang disebut high-voltage heater itu menggunakan pemanas pompa panas yang hemat daya dan memadukannya dengan pemanas tegangan tinggi untuk menjamin kinerja penghangat yang optimal dalam suhu rendah.
Baca Juga: Bus Listrik Mercedes-Benz eIntouro Resmi Meluncur, Klaim Jarak Tempuh Hingga 500 KM
Dalam hal keselamatan, Blue Ribbon Z EV dirancang dengan visi mencapai zero-accident. Bus ini dilengkapi dengan serangkaian sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut seperti Driver Status Monitor (DSM), kamera untuk memantau kondisi pengemudi secara konstan.
Jika terdeteksi mengantuk atau gangguan, peringatan akan diberikan melalui getaran kursi. Jika pengemudi tidak merespons terhadap perubahan postur dalam waktu yang ditentukan, sistem akan mengaktifkan Emergency Driving Stop System (EDSS).

Baca Juga: Mengupas Spesifikasi Gahar Skywell NJL6126BEV, Bus Listrik Andalan Transjakarta
EDSS ini memungkinkan pengemudi atau penumpang menekan tombol darurat untuk menginisiasi pengereman dan menghentikan kendaraan secara bertahap di jalur aman, diikuti dengan aktivasi rem parkir elektrik otomatis (Automatic Parking Brake).
Melengkapi fitur keselamatan, bus ini juga dibekali Front Blind Spot Monitor yang mendeteksi pejalan kaki atau pengendara lain di titik buta atau blind spot, termasuk pada kecepatan rendah dibawah 10 kpj (km/jam).
Blue Ribbon Z EV mewujudkan komitmen Hino untuk menyediakan moda transportasi umum yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga unggul dalam teknologi operasional, kenyamanan penumpang, dan perlindungan keselamatan.











