MobilKomersial.com — Perusahaan Umum Damri resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat luas akibat krisis kelangkaan bahan bakar minyak nasional yang kini berpotensi mengganggu kelancaran operasional armada bus kita.
Kelangkaan bahan bakar minyak yang meluas secara mendadak tersebut dilaporkan telah berdampak secara langsung pada kelancaran jaringan layanan armada di belasan wilayah strategis di seluruh penjuru tanah air Indonesia saat ini.
Baca Juga: Damri Gandeng Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik, Jadi Langkah Baru Transportasi Perkotaan
Berdasarkan laporan resmi kantor cabang, terdapat 16 daerah terdampak kelangkaan pasokan BBM, yaitu Lampung, Jambi, Jabodetabek, Pangkal Pinang, Medan, Denpasar, Surabaya, Manado, Kupang, Makassar, Mamuju, serta wilayah Papua.
Kawasan pulau Papua yang turut terdampak parah dalam gelombang kelangkaan pasokan BBM ini meliputi daerah Manokwari, Jayapura, Sorong, Sorong Selatan, dan Mimika yang amat bergantung pada keberadaan layanan angkutan bus Damri.

Menghadapi situasi darurat kelangkaan pasokan BBM tersebut, manajemen Damri terus mengawasi perkembangan kondisi riil di lapangan secara ketat demi mengantisipasi potensi dampak negatif pada jadwal perjalanan para penumpang.
Langkah penanganan cepat langsung ditempuh manajemen dengan memperkuat koordinasi erat bersama pemangku kepentingan, khususnya PT Pertamina Persero, guna mengamankan pasokan BBM untuk operasional armada bus di berbagai daerah.
Upaya koordinasi intensif antar instansi tersebut difokuskan untuk meminimalkan potensi gangguan perjalanan para penumpang serta menjaga agar seluruh layanan transportasi publik tetap berjalan seoptimal mungkin sesuai kondisi.
Baca Juga: Perum Damri Resmi Buka Rute Bus AKAP Baru Malang – Surabaya – BSD, Catat Jadwalnya
“Damri memohon maaf kepada seluruh Pelanggan atas ketidaknyamanan yang dapat timbul akibat kelangkaan BBM di sejumlah wilayah layanan kami,” ucap Niken Pratiwi Syah Putri Distian, Head of Corporate Communication Damri, dikutip Senin (19/10/2026).
“Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pemangku kepentingan terkait untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan BBM bagi operasional armada angkutan bus umum di berbagai daerah,” sambungnya.
“Pemantauan juga dilakukan secara berkala agar potensi dampak terhadap layanan dapat diantisipasi dan ditangani sesuai kondisi di lapangan. Keselamatan Pelanggan tetap menjadi prioritas utama Damri,” terang Niken.

Demi kenyamanan bersama, BUMN transportasi publik ini mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memantau kanal komunikasi resmi perusahaan sebelum bepergian guna memperoleh informasi operasional armada yang terkini dan akurat.
Pihak BUMN menjamin bahwa setiap penyesuaian jadwal maupun rute operasional armada akibat kendala ketersediaan bahan bakar minyak di daerah akan selalu diinformasikan secara cepat, jujur, serta transparan melalui kanal resmi.
Baca Juga: Jangan Asal Ganti Oli! Ini Alasan Standar API Saja Belum Cukup Lindungi Mesin Modern?
Manajemen Damri amat memahami bahwa kepastian jadwal keberangkatan merupakan hal amat penting bagi para penumpang, sehingga pengawasan berkala dan evaluasi teknis lapangan terus digencarkan secara konsisten dan terstruktur.
Sebagai penutup, manajemen Damri mengutarakan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih mendalam atas pengertian, kesabaran, dan kepercayaan penuh masyarakat pengguna jasa di tengah tantangan kelangkaan BBM ini.











