MobilKomersial.com — PT Pertamina bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sepakat menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen secara terintegrasi. Kolaborasi ini diawali penandatanganan nota kesepahaman oleh pimpinan kedua korporasi.
Kemitraan strategis ini menjadi pijakan awal guna mendorong pemanfaatan energi rendah karbon pada sektor transportasi umum. Inisiatif tersebut diyakini mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memperbaiki kualitas udara Jakarta.
Baca Juga: Sasis Bus Listrik Volvo BZR Resmi Masuk Indonesia, Tenaga Tembus 540 Dk!
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menegaskan bahwa keberhasilan komersialisasi hidrogen membutuhkan sinergi erat. Integrasi antara produsen energi dan pengelola armada bus menjadi kunci utama keberlanjutan proyek tersebut.
“Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, kami ingin menjajaki pengembangan ekosistem hidrogen secara luas. Langkah ini mendukung kebutuhan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan nasional,” tegas Oki mengutip siarannya, Jumat (16/10/2026).

Penjajakan bersama tersebut mencakup kajian mendalam serta uji coba lapangan melalui program percontohan khusus. Skema proof of concept disiapkan untuk menguji ketahanan armada bus berteknologi hidrogen di rute operasional Ibu Kota.
Hasil studi ini akan menjadi fondasi kokoh bagi komersialisasi hidrogen sektor transportasi skala luas di Indonesia. Pertamina optimistis teknologi masa depan ini siap menjawab tantangan efisiensi dan kebersihan energi nasional.
Proyek ini juga diselaraskan dengan inovasi Waste to Hydrogen yang tengah dikembangkan oleh pihak Pertamina. Skema tersebut mengolah gas metana dari sampah perkotaan menjadi biometana serta hidrogen hijau beremisi sangat rendah.
Baca Juga: Toyota Sora Generasi Baru Meluncur, Bus Hidrogen Hasil Kolaborasi Bersama Isuzu
Inovasi tersebut berhasil menghubungkan pengolahan sampah berkelanjutan dengan penyediaan energi ramah lingkungan. Langkah nyata ini mendukung penuh target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau bahkan lebih cepat.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyambut positif peta jalan transisi energi bersih untuk armada bus. Penggunaan hidrogen diyakini bakal melengkapi armada listrik yang sudah beroperasi melayani masyarakat Jakarta.
Sesuai rencana, sebanyak dua unit bus berbasis hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle bakal mengaspal pada 2028. Unit bus ramah lingkungan tersebut merupakan hibah resmi Pemerintah Korea Selatan kepada Pemerintah Indonesia.

Bus canggih itu nantinya langsung diintegrasikan ke dalam jaringan layanan operasional Transjakarta secara bertahap. Pertamina siap mendukung penuh dari sisi pembangunan fasilitas produksi dan stasiun pengisian hidrogen.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat adopsi teknologi bersih di seluruh pelosok tanah air. Kerja sama ini diharapkan memicu masuknya investasi baru di bidang infrastruktur energi terbarukan Indonesia.
Baca Juga: Bus Scania Touring Generasi Baru Resmi Meluncur, Makin Mewah dan Hemat BBM 10%!
“Kami berharap penjajakan ini menjadi pijakan awal bagi tumbuhnya ekosistem hidrogen nasional. Transportasi publik masa depan harus makin ramah lingkungan demi kenyamanan warga,” pungkas Oki Muraza optimis menutup pidatonya.
Kehadiran bus hidrogen di Jakarta diharapkan menjadi percontohan sukses bagi kota-kota besar lain di Nusantara. Transisi energi transportasi umum kini bukan lagi wacana, melainkan komitmen nyata yang mulai direalisasikan.











