MobilKomersial.com — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mempercepat langkah menuju transportasi publik rendah emisi melalui penjajakan kerja sama strategis dengan PT Pertamina (Persero) dan Bank Jakarta yang mencakup pengembangan teknologi energi bersih serta dukungan pembiayaan untuk elektrifikasi ribuan armada bus.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem transportasi ramah lingkungan di Ibu Kota. Melalui dukungan teknologi dan pembiayaan, Transjakarta menargetkan peralihan armada menuju penggunaan energi yang lebih bersih sekaligus menekan emisi dari sektor transportasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, potensi pembiayaan sebesar Rp5,07 triliun disiapkan untuk mendukung elektrifikasi sekitar 3.800 unit bus. Saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan 500 bus listrik, sementara pemerintah menargetkan seluruh armadanya beralih ke teknologi ramah lingkungan pada 2029.
Baca juga: Transjakarta Sesuaikan Trayek Tiga Mikrotrans, Cek Rutenya Disini

“Ke depan hampir seluruh armada Transjakarta ditargetkan menggunakan bus listrik, hybrid, maupun hidrogen. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas lingkungan bagi masyarakat Jakarta,” kata Pramono dalam keterangannya dikutip hari ini, Jumat (16/10/2026).
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengungkapkan kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan. Dukungan teknologi energi bersih dari Pertamina serta fasilitas pembiayaan dari Bank Jakarta diharapkan dapat mempercepat pencapaian target dekarbonisasi transportasi di Jakarta.
“Dalam kerja sama dengan Pertamina, kami akan mengkaji pengembangan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon. Kajian tersebut mencakup pertukaran data dan informasi, pengembangan proyek percontohan atau pilot project kendaraan berbasis hidrogen, termasuk bus hidrogen dan moda pendukungnya, serta upaya meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca pada fasilitas dan aset kedua pihak,” ujarnya.
Baca juga: Siap-siap, Pemprov DKI Sesuaikan Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Mulai 2027
Sementara itu kata Welfizon, kerja sama dengan Bank Jakarta difokuskan pada penyediaan fasilitas pembiayaan investasi untuk program elektrifikasi sebanyak 3.782 armada, dengan potensi nilai mencapai Rp5,07 triliun. Fasilitas ini diharapkan membantu operator bus Transjakarta, mulai dari bus besar, bus sedang, hingga bus kecil atau Mikrotrans, memperoleh pembiayaan untuk pengadaan armada listrik.
Bank Jakarta juga berperan dalam penjajakan pembiayaan infrastruktur, pengadaan sarana, serta aset pendukung operasional. Selain itu, bank tersebut akan bertindak sebagai arranger untuk mengoordinasikan pembiayaan bersama lembaga keuangan lain melalui skema sindikasi, termasuk pengelolaan dana melalui escrow account bersama operator sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kemitraan strategis ini, tambah Welfizon, Transjakarta optimis dapat mempercepat terwujudnya sistem transportasi publik yang modern, inklusif, dan berwawasan lingkungan menuju Jakarta sebagai kota global yang hijau dan berkelanjutan.











