MobilKomersial.com — Produsen otomotif asal Vietnam, VinFast, resmi bersiap mengepakan sayap bisnisnya ke pasar transportasi publik Amerika Serikat (AS) melalui bus listrik. Pengiriman armada homologasi pertama ditargetkan bergulir pada kuartal I tahun 2028.
Langkah strategis ini menandai ekspansi besar-besaran VinFast di pasar Paman Sam. Perusahaan berniat membangun ekosistem mobilitas berkelanjutan secara luas, melampaui portofolio mobil penumpang yang telah dipasarkan sebelumnya.
Proses manufaktur bus ini wajib memenuhi regulasi Federal Transit Administration. Brian Finnerty selaku CEO VinFast North America menegaskan optimisnya untuk memimpin era transportasi hijau di berbagai pasar.
Baca Juga: Bus Scania Touring Generasi Baru Resmi Meluncur, Makin Mewah dan Hemat BBM 10%!
“Membawa bus listrik ke AS menandai langkah penting komitmen kami. Kami menggandakan investasi di AS dan bekerja sama dengan NexMove untuk membantu kota serta operator mempercepat transisi mobilitas berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Guna memuluskan penetrasi pasar, VinFast menjalin kemitraan awal dengan NexMove Certified. Perusahaan ini merupakan entitas gabungan antara Transportation Management Services dan Zeem Solutions sebagai jalur utama distribusi.
Skema kerja sama tersebut menghadirkan layanan terintegrasi berkonsep vehicle-as-a-service. Pelanggan akan mendapatkan armada bus listrik lengkap beserta infrastruktur pengisian daya, perawatan berkala, hingga manajemen operasional.

Melalui model bisnis komprehensif ini, NexMove menargetkan tingkat keandalan operasional atau uptime hingga 97 persen. Hal tersebut dirancang untuk menjamin efisiensi tinggi bagi pengelola transportasi umum di Amerika Serikat.
Dari sisi teknis, bus listrik VinFast dirancang khusus untuk mobilitas perkotaan. Kendaraan ini mengusung teknologi baterai LFP, kemampuan pengisian daya cepat, serta sistem terkoneksi pintar untuk pemeliharaan secara real-time.
Lini internasional VinFast mengandalkan varian EB 12 yang dibekali baterai jumbo 422 kWh. Bus perkotaan ini mampu menempuh jarak lebih dari 400 km berdasarkan standar SORT 2 dan sanggup mengangkut hingga 90 orang penumpang.
Baca Juga: Toyota Sora Generasi Baru Meluncur, Bus Hidrogen Hasil Kolaborasi Bersama Isuzu
Model EB 12 mendukung pengisian daya cepat searah berdaya maksimal 140 kW. Sementara itu, varian yang lebih ringkas yakni EB 8 mengusung baterai berkapasitas 359 kWh dengan daya jelajah mencapai 290 km berdasarkan uji SORT 1.
Sektor pengangkut EB 8 mampu menampung hingga 60 penumpang dalam sekali jalan. Sistem pengisian daya arus searah pada model ini mendukung daya hingga 120 kW, menjamin pengisian daya yang terukur dan efisien di area depot bus.
Sebelum pengiriman versi homologasi pada 2028, unit demonstrasi awal ditempatkan di depot pengisian Zeem. Langkah ini memberi kesempatan bagi otoritas transit untuk mengevaluasi kendaraan meski belum siap melayani penumpang.










