• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Truk

Jangan Keliru, Ini Bedanya Cold Container dan Truk Reefer

Mato by Mato
06/10/2026
in Truk
0
Mitsubishi Fuso Pasarkan eCanter di UEA, Hadirkan Solusi Pengantaran Logistik Tanpa Emisi

Mitsubishi Fuso eCanter mulai dipasarkan di UEA. Foto: MFTBC

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Dalam dunia logistik berpendingin, cold container dan truk reefer sama-sama digunakan untuk menjaga muatan tetap pada suhu tertentu, tetapi memiliki fungsi dan karakteristik berbeda. Perbedaan sistem, jenis transportasi, hingga kebutuhan distribusi membuat keduanya digunakan pada kondisi yang tidak selalu sama.

Memahami perbedaannya menjadi penting agar pilihan armada sesuai dengan jenis muatan dan jalur distribusi. Cold container dan truk reefer sama-sama digunakan dalam proses cold chain, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Keduanya membantu menjaga suhu dingin selama perjalanan produk, mulai dari tempat penyimpanan hingga lokasi tujuan. Lalu, apa bedanya cold container dan truk reefer, dan kapan masing-masing digunakan?

Baca juga: Bukan Sekadar Gagah, Desain Truk Heavy Duty Harus Utamakan Visibilitas

Cold container. Foto: Trade Corp

Pada proses cold chain, produk dapat melewati beberapa tahapan sebelum sampai ke tujuan. Salah satu tahapnya adalah penyimpanan, ketika produk membutuhkan ruang dengan suhu dingin untuk menjaga kondisinya sebelum dikirim. Untuk kebutuhan tersebut, cold container dapat menjadi pilihan ruang penyimpanan dengan suhu dingin.

Dalam unggahan di laman Coldspase.id perusahaan penyedia layanan logistik rantai dingin, cold container merupakan container yang dilengkapi sistem pendingin dan dapat digunakan untuk menyimpan produk frozen, chilled, serta produk lain yang membutuhkan suhu dingin.

Coldspace menyediakan Cold Container berukuran 20 feet dan 40 feet untuk mendukung kebutuhan penyimpanan di berbagai lokasi. Setelah produk siap dikirim, produk perlu tetap berada dalam kondisi suhu dingin selama perjalanan hingga sampai ke lokasi tujuan.

Baca juga: Damri Kerahkan 118 Bus Gratis Dukung Mobilitas MotoGP Mandalika 2026

Untuk mendukung proses tersebut, reefer truck menggunakan sistem pendingin yang membantu menjaga suhu produk selama perjalanan. Kamu dapat menggunakan reefer truck untuk mengirim produk dari gudang menuju distributor, toko, restoran, retail, maupun lokasi pelanggan.

Singkatnya, cold container berfungsi sebagai ruang penyimpanan, sedangkan truk reefer berfungsi sebagai kendaraan untuk mengirim dan mendistribusikan produk. Kedua layanan tersebut dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pada setiap tahap cold chain.

Pada akhirnya, cold container dan truk reefer bukanlah pilihan yang saling menggantikan, melainkan solusi yang dapat digunakan sesuai kebutuhan logistik. Dengan menentukan jenis armada yang tepat, perusahaan dapat menjaga kualitas barang sekaligus membuat proses distribusi lebih efisien dan terkontrol.

Pelanggan dapat menggunakan cold container 20 feet atau 40 feet untuk kebutuhan penyimpanan, lalu menggunakan truk reefer untuk mengirim produk ke lokasi tujuan. perusahaan ini menyediakan kedua layanan tersebut untuk mendukung kebutuhan penyimpanan dan pengiriman produk dengan suhu dingin.

 

Tags: cold containerColdspase.idTrukTruk Pendingintruk reefer
Previous Post

Kembali Mengaspal di Eropa! Bus Volvo 9700 Bawa Sederet Fitur Canggih

Next Post

Profil MAB Arganta 4×4: Pikap Listrik Buatan Anak Bangsa, Sanggup Tempuh 350 Km Sekali Cas!

Mato

Mato

Related Posts

Profil Mercedes-Benz Actros 4063 S 6×4, Truk Bertenaga Terbesar di Indonesia
Tips

Jangan Sampai Salah! Ini Bedanya Single dan Double Reduction Axle Pada Truk

05/10/2026
Truk Tesla Semi Mulai Diproduksi Hingga 50.000 Unit Per Tahun, Cek Spesifikasinya
Truk

Truk Tesla Semi Mulai Diproduksi Hingga 50.000 Unit Per Tahun, Cek Spesifikasinya

05/10/2026
Unik! Pria Ini Bangun Truk Listrik Volvo FH Aero dari 1 Juta Balok LEGO, Bisa Dikendarai!
Truk

Unik! Pria Ini Bangun Truk Listrik Volvo FH Aero dari 1 Juta Balok LEGO, Bisa Dikendarai!

03/10/2026
Profil XCMG XT490DT 8×4 EV, Truk Listrik Tambang Berdaya Angkut 85 Ton!
Profil

Profil XCMG XT490DT 8×4 EV, Truk Listrik Tambang Berdaya Angkut 85 Ton!

01/10/2026
Waspada Suku Cadang Palsu! Hino Catat Penjualan Rp2,1 T Saat Barang Imitasi Makin Menggila
Aftermarket

Fuel Pump Filter Tersumbat Bisa Bikin Injektor Truk Jebol, Ini Cara Merawatnya

30/09/2026
Berantas ODOL, Kemenhub Terapkan Sistem Digitalisasi
Berita

Baru Berjalan Sebulan, Uji Coba Sistem ETLE HUB Jaring Puluhan Ribu Truk ODOL

30/09/2026
Next Post
Profil MAB Arganta 4×4: Pikap Listrik Buatan Anak Bangsa, Sanggup Tempuh 350 Km Sekali Cas!

Profil MAB Arganta 4x4: Pikap Listrik Buatan Anak Bangsa, Sanggup Tempuh 350 Km Sekali Cas!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com