MobilKomersial.com — Manhauler menjadi salah satu kendaraan yang banyak digunakan untuk mendukung mobilitas pekerja di area operasional, khususnya pada sektor pertambangan dan industri. Kendaraan ini dirancang untuk mengangkut penumpang dalam jumlah cukup banyak sekaligus menghadapi kondisi medan yang berat.
Berbeda dengan bus yang beroperasi di jalan umum, manhauler umumnya memiliki konstruksi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di kawasan tambang. Sasis, suspensi, kabin, serta perlengkapan keselamatannya dirancang agar mampu menunjang aktivitas pengangkutan pekerja di lingkungan kerja dengan karakteristik medan yang menantang.
Direktur Metalindo Teknik Utama (MTU) Karoseri, Syarifuddin Tangka mengungkapkan bahwa sebelum proses pembuatan manhauler, desain dari armada tersebut biasanya mengikuti kebutuhan dari konsumen termasuk jumlah kursi dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Baca juga: Kolaborasi DCVI dan MTU Karoseri Hasilkan Truk Mercedes-Benz Tangguh

“Dalam sebuah Manhauler, umumnya bisa di isi 40 kursi keatas menggunakan basic sasis Truck 10 roda dan di bawah 40 kursi jika menggunakan sasis truk yang menggunakan 6 roda,” kata Syarifuddin kepada MobilKomersial.com, Rabu (23/9/2026).
Menurut Syarifuddin, dalam pemilihan sasis untuk dijadikan manhauler, tergantung dari kebutuhan konsumen itu sendiri, yang dibutuhkan berapa kursi sehingga bisa menentukan basic sasisnya, begitupun untuk type atau merek, konsumen yang sepenuhnya punya pilihan.
“Material yang digunakan untuk membuat bodi dari manhauler hampir sama dengan material yang digunakan untuk bus pada umumnya, hanya basic sasis yang beda, kalau bisa menggunakan basic bus berjalan diatas jalan raya, sedangkan Manhauler menggunakan basic truk yang beroperasi di daerah pertambangan atau site perusahaan,” ujarnya.
Baca juga: Peran Penting Fuel Truk di Area Pertambangan

Lebih lanjut Syarifuddi mengungkapkan tahapan utama dalam membuat manhauler harus didahului dengan Surat Order Karoseri yang menjadi bahan Surat Perintah Kerja di Produksi, tahapan pembuatan manhauler mulai dari persiapan Bill of Material dan Drawing gambar Kerja dari Engineering dan Penyiapan Material dari Purchasing dan Warehouse.
“Tahapan Produksi dimulai dari proses Sharing & Bending dilanjutkan dengan Pembuatan Landasan dan bodi, setelah terbentuk dilanjutkan dengan proses pendempulan dan pewarnaan serta penyemprotan PU. Proses selanjutnya penyelesaian interior, pemasangan kaca dan kursi, AC serta penyelesaian eksteriornya. Untuk finalisasi dengan tes kebocoran dan final check sebelum diserahkan ke konsumen,” imbuhnya.










