MobilKomersial.com — Gelombang elektrifikasi kini tidak hanya melanda segmen kendaraan penumpang saja, melainkan juga mulai gencar merambah industri alat berat pertambangan dan konstruksi nasional. Era baru transportasi industri dimulai.
Ajang Mining Expo 2026 yang digelar secara megah di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran menjadi panggung utama hadirnya teknologi ramah lingkungan tersebut. Pameran ini berlangsung pada 9-12 September 2026.
Baca Juga: Manfaatkan Efisiensi, MC Group Luncurkan Truk Tambang Shacman X5000 Hybrid
Dalam perhelatan industri mineral recovery terbesar itu, PT Gaya Makmur Tractors (GM Tractors) tampil memukau dengan membawa jajaran produk canggih. Langkah ini menjadi tonggak penting perjalanan eksistensi perusahaan.
Perusahaan terkemuka tersebut secara resmi memperkenalkan deretan alat berat modern XCMG yang telah disematkan teknologi listrik murni (EV) dan hybrid (HEV). Inovasi tersebut sukses menyedot perhatian banyak pengunjung.

Direktur Utama PT Gaya Makmur Mobil Frankie Makaminang menegaskan komitmen strategis perusahaan dalam mendukung efisiensi operasional industri di tanah air. Pernyataan penting tersebut disampaikan di tengah acara pameran.
“Mining Indonesia 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk terus menghadirkan solusi transportasi dan alat berat yang andal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Frankie, dikutip Kamis (10/9/2026).
Langkah progresif ini semakin mempertegas peran GM Tractors dalam menyediakan armada masa depan bagi sektor pertambangan, konstruksi, hingga logistik di Indonesia. Penggunaan energi bersih kini menjadi fokus utama mereka.
Baca Juga: Raksasa Listrik Penakluk Tambang! Mengupas Ketangguhan Truk Zoomlion ZT165EV di Mining Expo 2026
Jajaran lini produk unggulan yang dipamerkan meliputi Wheel Loader XC938 EV, Wheel Loader XC978 HEV, Wheel Loader XC958, Excavator XE215EV, hingga Crane XCT80_Y1. Seluruh unit siap mendukung performa kerja di lapangan.
Penerapan teknologi ramah lingkungan electric vehicle dan hybrid electric vehicle ini terfokus pada varian populer wheel loader serta excavator. Kedua jenis armada heavy equipment ini dikenal sebagai tulang punggung kerja.
Fleksibilitas teknologi EV dan hybrid ini ternyata tidak terbatas pada area tambang saja, melainkan sangat adaptif untuk berbagai sektor industri lainnya. Hal ini membuka peluang efisiensi biaya operasional yang besar.

Sektor perkebunan, konstruksi, logistik, hingga material handling kini dapat memanfaatkan keunggulan alat berat ramah lingkungan tersebut. Efisiensi energi yang ditawarkan menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi konsumen.
GM Tractors secara optimistis memproyeksikan alat berat berbasis listrik ini sebagai solusi alternatif terbaik yang sangat layak dipertimbangkan pelaku usaha. Penyesuaian karakteristik operasional menjadi kunci utamanya.
Baca Juga: Sanggup Gendong 77 Ton, Truk Volvo FMX Edge Resmi Meluncur di Indonesia
Guna menunjang kelancaran operasional setiap unit pelanggan di berbagai penjuru daerah, GM Tractors terus memperkuat ekspansi jaringan layanannya. Kesiapan purna jual menjadi prioritas utama demi kepuasan para konsumen.
Hingga tahun 2026, GM Tractors mengoperasikan 22 cabang, 11 service point, dan 7 job site support. Secara keseluruhan, GM Group telah kokoh ditopang oleh 82 jaringan mencakup cabang, dealer, hingga pusat layanan resmi.











