MobilKomersial.com — Sebagai distributor truk Shacman di Indonesia, MC Group mendukung kebutuhan kendaraan niaga tugas berat di berbagai sektor industri dengan mengahadirkan produk baru X5000 Hybrid Dump Truck 8×4 460 HP.
X5000 Hybrid sendiri mengombinasikan mesin diesel dengan sistem penggerak elektrik. Unit ini menggunakan mesin Cummins M10460, power battery berkapasitas 96 kWh, serta memiliki kapasitas bak hingga 53,75 m³.
Direktur MC Group, Dirmanto, mengatakan perkembangan teknologi kendaraan energi baru perlu dilihat dalam konteks kebutuhan efisiensi dan kesiapan industri. Persaingan global menuntut perusahaan untuk semakin efisien, termasuk dalam mengelola biaya operasional armada.
Baca juga: Hadir Sejak 2016, Populasi Truk Shacman di Indonesia Capai 10.000 Unit

“Di saat yang sama, industri juga dihadapkan pada tuntutan untuk mengurangi emisi dan mendukung transisi energi. Teknologi Hybrid dan EV menjadi salah satu solusi yang dapat menjawab kebutuhan tersebut,” kata Dirmanto, Kamis (10/9/2026).
Menurut Dirmanto, keberhasilan penerapan kendaraan energi baru tidak hanya ditentukan oleh teknologi kendaraan, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem pendukung seperti produk, technical support, service, spare parts, hingga pengembangan jaringan layanan.
“Kami tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga ekosistem layanan yang mampu mendukung kebutuhan industri Indonesia. Semuanya menjadi bagian dari upaya kami untuk membantu pelanggan mengimplementasikan teknologi tersebut secara optimal.” ujarnya.
Baca juga: Mengenal Beragam Jenis Truk yang Ada di Area Pertambangan
Seperti diketahui bahwa sistem hybrid pada X5000 tetap mengggunakan mesin diesel yang menjadi bagian dari sistem penggerak, sementara sistem elektrik memberikan dukungan pada kondisi operasi tertentu. Teknologi regenerative braking memungkinkan energi yang dihasilkan saat kendaraan melakukan perlambatan untuk dikembalikan ke sistem baterai.
“Bagi fleet owner, teknologi hybrid dapat menjadi salah satu alternatif untuk operasi yang membutuhkan fleksibilitas, khususnya pada kondisi ketika infrastruktur charging belum tersedia secara luas,” ungkapnya.











