MobilKomersial.com — Sorotan tajam publik akibat rentetan insiden lalu lintas yang melibatkan armada taksi Green SM akhirnya memicu langkah konkret dari pihak kepolisian dan manajemen.
Menjawab keresahan masyarakat terkait keselamatan di jalan raya, Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) Korlantas Polri langsung mengambil tindakan tegas dengan merombak standar kompetensi para pengemudi perusahaan transportasi tersebut.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat VinFast VF e34, Unit Taksi Listrik ‘Limogreen’ yang Tengah Viral
Langkah awal ini ditandai dengan dibukanya program Training of Trainer (TOT) dan Sertifikasi Instruktur Manajemen Safety Driving khusus bagi internal Green SM di Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (1/7/2026) kemarin.

Kehadiran Korlantas Polri di pusat pelatihan berkendara aman tersebut menjadi sinyal kuat bahwa otoritas keamanan tidak main-main dalam membenahi karut-marut perilaku berkendara di sektor transportasi publik.
Hadir mewakili Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Pol. Prianto, Kasubdit Standar Cegah dan Tindak Ditkamsel Korlantas Polri, Kombes Pol. P. Sonny B. W., membuka langsung acara yang diproyeksikan menjadi titik balik kualitas pelayanan taksi berlogo hijau tersebut.
Dalam pidato pembukaannya, Sonny menekankan bahwa pelatihan tingkat instruktur ini merupakan instrumen vital untuk membangun kembali ekosistem jalan raya yang jauh lebih aman dan humanis.
Pihak kepolisian juga memberikan PR yang besar bagi manajemen PT Green SM. Setelah para calon instruktur ini lulus dari pelatihan intensif, perusahaan diwajibkan menyaring ulang dan memperketat sistem perekrutan mitra pengemudi baru mereka.
“Tujuannya adalah memastikan setiap pengemudi memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) yang unggul guna mewujudkan pengemudi yang profesional dan tertib berlalu lintas,” tegasnya mengutip Korlantas Polri, Kamis (2/7/2026).

Rangkaian pelaksanaan TOT yang intensif ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, terhitung mulai tanggal 1 hingga 6 Juli 2026 di ISDC.
Baca Juga: Profil BYD e6 Gen 2, Taksi Listrik Terbaru Blue Bird
Secara keseluruhan, Korlantas Polri dan didampingi langsung oleh perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi Pengemudi Indonesia (LSP IPI) serta jajaran instruktur senior menggembleng total 152 orang yang dibagi ke dalam dua gelombang pelatihan.
Sinergi darurat antara aparat penegak hukum, lembaga sertifikasi, dan sektor swasta ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan mampu melahirkan mentor-mentor keselamatan baru yang bisa menekan angka kecelakaan.











