MobilKomersial.com — Dunia transportasi niaga kini memasuki babak baru di mana produktivitas armada tidak lagi hanya bergantung pada mesin yang tangguh, tetapi juga pada kecanggihan pengawasan manusia dan ketepatan perawatan.
Menyadari hal tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) bersama Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali), KNKT, dan PT Cahaya Surya Bali Indah (CSBI) menginisiasi langkah strategis melalui seminar keselamatan transportasi.
Baca Juga: Ini Fakta Mengapa Biodiesel Indonesia Disebut Tak Seaman B100 Brasil Yang Sudah Ultra-Low Sulfur
Di gelar di kawasan kampus Poltrada Bali, Tabanan, pada 11 Mei 2026, fokus utama kolaborasi ini adalah mengintegrasikan teknologi driver monitoring ke dalam manajemen armada untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus mengoptimalkan operasional.
Dalam industri kendaraan niaga baik pikap, truk ataupun bus, keselamatan dipandang bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan instrumen vital untuk mengurangi downtime dan menjaga kelangsungan bisnis.

Oleh sebab itulah, melalui forum ini, para pelaku usaha hingga akademisi saling berdiskusi mengenai tantangan nyata di lapangan serta praktik terbaik dalam merawat kendaraan agar tetap produktif.
“Kolaborasi dengan dunia industri seperti Hino menjadi langkah positif dalam memperkuat kualitas pendidikan dan praktik keselamatan transportasi,” ungkap Firga Ariani, Direktur Poltrada Bali mengutip keterangannya, Selasa (12/5/2026).
“Pendidikan vokasi di bidang transportasi memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri transportasi modern,” sambungnya.
Baca Juga: Bisa Fatal Meski Pelan! Ini Alasan Mengapa Mengemudikan Truk Jauh Lebih Sulit dari Mobil Biasa
Dari sisi pengawasan nasional, Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, menegaskan bahwa menciptakan ekosistem jalan raya yang aman tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Safety adalah tanggung jawab bersama. Keselamatan transportasi tidak bisa dibebankan kepada satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi antara operator, pengemudi, industri, regulator, dan masyarakat untuk menciptakan budaya keselamatan lebih baik,” tegasnya.
Sejalan dengan semangat Total Support, Hino berkomitmen untuk tidak sekedar menjual unit, tetapi juga memastikan kendaraan tersebut memberikan nilai maksimal bagi pemiliknya melalui edukasi dan layanan purna jual yang berkelanjutan.

Tomoki Hattori selaku Marketing Director HMSI, menutup pentingnya sinergi ini dengan menjelaskan bahwa fokus perusahaan mencakup aspek manusia dan teknis secara bersamaan.
Beliau menegaskan bahwa bagi Hino, keselamatan bukan hanya mengenai kendaraan, tetapi juga bagaimana memastikan operasional pelanggan berjalan dengan aman, efisien, dan produktif.
Baca Juga: Bukan Cuma Jago Nyetir, Ini Standar Profesionalisme Pengemudi Truk Sejati ala Isuzu
“Karena itu, Hino terus mendukung peningkatan kesadaran keselamatan melalui edukasi, penerapan manajemen perawatan kendaraan, serta pengembangan kompetensi pengemudi,” terang Hattori.
Melalui kemitraan resmi antara Hino Academy dan Poltrada, kini para pengusaha bus dan truk di wilayah Bali memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pelatihan pengemudi profesional serta manajemen perawatan kendaraan yang terstandarisasi.











