MobilKomersial.com — Indonesia kini memasuki babak baru dalam peta industri otomotif global. Melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), ambisi untuk tidak sekadar menjadi penonton di pasar kendaraan listrik (EV) dunia mulai menunjukkan wujud nyata.
Fokus utama perusahaan kini tertuju pada peningkatan drastis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa revolusi energi bersih di tanah air benar-benar memberikan nilai tambah bagi ekonomi domestik.
Saat ini, bus listrik VKTR telah mencatatkan sejarah sebagai kendaraan komersial listrik pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikat TKDN di atas 40 persen. Pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan titik pijak awal bagi target yang lebih besar.
Ya, VKTR secara agresif mengungkapkan bahwa pihaknya memproyeksikan kenaikan komponen lokal menjadi 60 persen pada tahun depan, dengan visi jangka panjang mencapai angka 80 persen pada tahun 2028 mendatang.

Bahkan, VKTR pun berharap untuk dapat berkolaborasi lebih lanjut dengan pemerintah melalui Danantara guna memperkuat pengembanhan sektor hulu rantai pasok kendaraan listrik nasional, sehingga TKDN dapat terus ditingkatkan hingga 80 sampai 100 persen.
Strategi ini dijalankan melalui kolaborasi erat dengan mitra manufaktur lokal, mulai dari produksi bodi kendaraan oleh karoseri nasional hingga penggunaan baterai tegangan rendah dan sistem telematika buatan dalam negeri.
Menurut Anindya Novyan Bakrie, Presiden Komisaris VKTR, langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sektor swasta dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Baginya, Indonesia memiliki modalitas yang sangat kuat untuk memimpin pasar kawasan.
Baca Juga: Profil JAC UrbanMover N90, Truk Listrik 9 Ton dengan Jarak Tempuh 250 Km
“Sejak awal, gagasan VKTR sangat sederhana, bagaimana sektor swasta nasional dapat membantu Pemerintah mencapai agenda besar Indonesia dalam dekarbonisasi dan kemandirian ekonomi. Bagi kami, agenda ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keniscayaan strategis bagi Indonesia,” ujar Anindya, Kamis (9/4/2026) kemarin.
Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa posisi Indonesia sangat diuntungkan di tengah pergeseran rantai pasok global. Menurutnya, kekayaan sumber daya dan stabilitas pasar yang dimiliki Indonesia harus dikelola agar bangsa ini menjadi pemain kunci di industri hijau.

“Indonesia memiliki sumber daya, pasar, dan stabilitas untuk menjadi pemain utama bahkan menyeluruh, bukan sekadar penonton. Kami memandang VKTR bukan semata-mata sebagai perusahaan kendaraan listrik,” terangnya.
Berbagai komponen produk pun juga diproduksi oleh mitra dalam negeri mulai dari bodi kendaraan dari karoseri Tri Sakti dan Laksana, ban dari PT Gajah Tunggal Tbk, hingga baterai tegangan rendah dari PT Auto Inovasi Sukses, dan lain sebagainya.
Baca Juga: PT VKTR Pamer Truk Listrik Yutong YTK90E, Begini Spesifikasinya
“Peran yang ingin kami jalankan adalah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem dekarbonisasi transportasi Indonesia. Cita-cita kami adalah green mobility, perusahaan yang kuat dalam rantai pasok EV, dari hilir hingga ke hulu,” tuturnya.
Dengan populasi jutaan truk dan bus, peralihan ke tenaga listrik tidak hanya akan menekan emisi karbon secara signifikan, tetapi juga menghemat ribuan triliun rupiah belanja bahan bakar dalam beberapa tahun ke depan.
VKTR memilih fokus terlebih dahulu pada segmen bus dan truk listrik karena dampaknya yang paling besar terhadap pengurangan emisi dan konsumsi BBM. Keyakinan tersebut didasari pada potensi besar konversi kendaraan berat di Indonesia.

Pihaknya mengklaim bahwa potensi konversi 5 juta truk dan 500 ribu bus ke listrik diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 1,4 miliar ton CO2 ekuivalen serta menghemat 359 miliar liter bahan bakar atau setara Rp 3.600 triliun selama 5 tahun.
Anindya percaya bahwa jika kolaborasi antara negara, industri, dan teknologi berjalan selaras, maka Indonesia akan bertransformasi menjadi basis industrialisasi hijau yang paling relevan di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Siap Meluncur! Simak Spesifikasi Bus Baru Mercedes-Benz Conecto, Ada Varian Hybrid!
Semangat kemandirian industri ini pun mendapatkan apresiasi saat Presiden RI, Prabowo Subianto, hadir secara langsung untuk meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik berbasis Completely Knocked Down (CKD) milik PT VKTR Sakti Industries (VKTS).
Peresmian pabrik ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap visi industri hijau yang dipelopori oleh putra-putri bangsa, sekaligus menandai dimulainya era baru transportasi publik yang rendah emisi dan berbasis kekuatan produksi lokal.











