MobilKomersial.com — Dalam menjaga keselamatan pelanggan dan keandalan operasional layanan, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan pemanfaatan teknologi pemantauan pramudi berbasis kecerdasan buatan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi digital operasional Transjakarta melalui platform SYNTRA, yang terintegrasi dengan teknologi Advanced Driver Assistance System – Driver Monitoring System (ADAS-DMS).
Direktur Pelayanan dan Teknologi Informasi PT Transportasi Jakarta, Raditya Rusdi mengungkapkan bahwa keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama dalam setiap pengembangan sistem operasional di Transjakarta.
Baca juga: Pakai Bus Low Entry, Transjakarta Kebut Persiapan Operasional Rute Baru Blok M – Bandara Soetta

“Keselamatan pelanggan adalah harga mati bagi Transjakarta. Karena itu, kami tidak ingin mitigasi hanya mengandalkan pengawasan manual,” kata Raditya dalam keterangannya dikutip hari ini, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, pengawasan tersebut diperkuat dengan teknologi melalui SYNTRA yang sudah terintegrasi dengan ADAS-DMS untuk membantu mendeteksi kelelahan dan potensi microsleep pada pramudi secara real-time.
“Teknologi tersebut berfungsi untuk membantu mendeteksi potensi risiko selama operasional, seperti kelelahan, distraksi, hingga indikasi microsleep pada pramudi secara real-time. Apabila sistem mendeteksi adanya potensi gangguan konsentrasi atau kelelahan, sistem akan memberikan peringatan langsung kepada pramudi serta notifikasi kepada pusat kontrol operasional untuk mendukung langkah mitigasi yang cepat dan tepat,” ujarnya.
Baca juga: Purna Tugas, 120 Bus Damri Transjakarta Pintu Tunggal Digantikan Bus Listrik
Selain penguatan pemantauan saat armada beroperasi, Transjakarta juga tengah melakukan uji coba teknologi pendeteksi pola tidur dan tingkat stres pramudi. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat aspek preventif, sehingga potensi kelelahan dapat dikenali lebih dini, termasuk sebelum pramudi mulai menjalankan tugasnya.
“Saat ini, ada sekitar 2.000 armada Transjakarta telah dilengkapi dengan teknologi ADAS-DMS. Sementara itu, dari total lebih dari 5.000 armada, sekitar 3.000 armada lainnya akan dilengkapi secara bertahap, kemudian tahun ini, kami menargetkan percepatan implementasi agar teknologi keselamatan tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh armada,” ungkapnya.
Melalui penguatan sistem yang bersifat real-time sekaligus preventif ini, tambah Raditya pihaknya berharap dapat terus meningkatkan standar keselamatan transportasi publik dan menghadirkan layanan yang semakin aman, andal, dan responsif bagi seluruh pelanggan.











