MobilKomersial.com — Di tengah gempuran truk China yang masuk ke Indonesia, Hino tetap eksis dengan varian 500 Series yang selama 25 tahun berturut-turut menjadi market leader Medium Duty Truk.
Usaha gigih selama 43 tahun di Indonesia itu pun tak sia-sia, raihan 56% pangsa pasar di segmen tersebut, Hino mencatat total penjualan 20.517 unit sepanjang 2025 yang di dominasi pertama oleh 500 Series, 300 Series, Hino Bus, serta 700 Series.
Di Indonesia, Hino Motors telah menjadi bagian perjalanan pertumbuhan ekonomi nasional dengan menghadirkan produk berkualitas serta layanan purna jual yang sangat memanjakan bagi para konsumen.

Pencapaian ini menunjukkan kemampuan Hino dalam menjaga performa bisnis yang stabil dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra utama pelaku usaha di berbagai sektor seperti logistik, pertambangan, perkebunan, transportasi, dan konstruksi.
Sales & After Sales Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), Susilo Darmawan mengungkapkan bahwa penjualan Hino 500 Series di segmen medium duty truck mencapai 11.710 unit dan menguasai pangsa pasar 56%, naik dari tahun sebelumnya 55%.
“Kepercayaan inilah yang membuat Hino Indonesia mampu mempertahankan posisi sebagai market leader medium duty truck selama 25 tahun berturut-turut,” kata Susilo beberapa waktu yang lalu.

Susilo optimistis, bahwa Hino Indonesia dapat menghadapi tahun 2026 dengan terus memperkuat komitmen Total Support, agar pelanggan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tenang, efisien, dan berkelanjutan.
“Di segmen light duty truck, Hino 300 Series juga menunjukkan performa solid dengan penjualan 8.712 unit dan peningkatan pangsa pasar menjadi 21% dari sebelumnya 20%, memperkuat posisi Hino sebagai mitra utama sektor distribusi dan logistik,” ujarnya.
Sementara itu, kehadiran Hino 700 Series melengkapi jajaran produk Hino untuk menjawab kebutuhan pelanggan di segmen kendaraan heavy duty truck dengan medan operasional khusus seperti pertambangan.

“Hasil ini menegaskan konsistensi Hino sebagai market leader berkat kualitas, daya tahan, dan keandalan (QDR) yang telah teruji mendukung bisnis pelanggan selama puluhan tahun,” imbuh Susilo.
Susilo menambahkan bahwa pencapaian ini menegaskan komitmen Hino dalam menghadirkan solusi bisnis menyeluruh melalui konsep Total Support, yang mencakup produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, layanan purna jual yang andal, jaringan bengkel dan suku cadang yang luas, serta dukungan operasional jangka panjang.
“Masuknya truk China ke Indonesia, kami optimis dengan penjualan karena adanya layanan purna jual yang unggul. Kami punya kekuatan di layanan after sales dan total support sehingga konsumen terus kita layani hingga unit tersebut beroperasi,” tambah Susilo.

Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Harianto Sariyan menambahkan akibat impor truk China tersebut membuat produksi menjadi tergangu, selain itu juga menghambat kinerja industri Karoseri.
“Teman – teman dari asosiasi karoseri itu yang paling berdampak, karena dari kita pabrikan itu setelah produk jadi dan terjual kemudian larinya ke karoseri sementara kalau truk China itu datang dari negaranya sudah komplit bersama karoserinya atau baknya jadi tinggal pakai,” kata Harianto.
Harianto juga mengatakan bahwa pihaknya bersama asosiasi karoseri sudah mendatangi pemerintah untuk menyampaikan keresahan yang terjadi ini, diharapkan ada tindak lanjut terkait impor truk China tersebut.











