MobilKomersial.com — Peresmian pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, menandai babak baru dalam peta jalan otomotif nasional setelah fasilitas tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam kurun waktu 17 bulan.
Kehadiran pabrik ini menjadi pernyataan tegas mengenai komitmen jangka panjang perusahaan asal Vietnam tersebut dalam memperkuat rantai pasok kendaraan listrik global, dengan Indonesia sebagai salah satu pilar utamanya.
Baca Juga: Pabrik VinFast di Subang Resmi Beroperasi, Bidik TKDN 80%!
Namun, dibalik diskusi mengenai kapasitas produksi mobil, terselip sebuah pengumuman yang jauh lebih strategis: fasilitas Subang akan mulai memproduksi sepeda motor listrik atau e-scooters pada tahun depan.
Langkah ini membawa pesan yang sangat jelas mengenai visi VinFast terhadap lanskap mobilitas di tanah air. Indonesia merupakan negara yang denyut nadinya ditentukan oleh kendaraan roda dua.

Dari kepadatan lalu lintas Jakarta hingga jalur sempit di pelosok desa, sepeda motor bukan lagi sekadar pilihan transportasi, melainkan kebutuhan hidup yang mendasar bagi jutaan rumah tangga.
Dengan nilai pasar kendaraan roda dua yang diproyeksikan menyentuh angka USD 12,46 miliar pada tahun 2030, dominasi motor berbahan bakar bensin yang selama ini tak tergoyahkan mulai mendapatkan tantangan serius dari teknologi ramah lingkungan.
Pergeseran ini didorong oleh tangan dingin pemerintah melalui regulasi yang progresif. Lewat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, Indonesia memasang target ambisius untuk mengoperasikan 13 juta sepeda motor listrik pada tahun 2030.
Dukungan berupa subsidi langsung, insentif pajak, hingga kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi mesin penggerak bagi para produsen untuk beralih ke elektrifikasi.
Baca Juga: Diproduksi Lokal oleh PT MAB, Mobil Listrik Bertenaga Surya Pertama Indonesia Segera Mengaspal
Meski penyerapan subsidi di lapangan masih menghadapi tantangan, arah kebijakan nasional kini semakin terang benderang, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali yang mulai memperketat aturan emisi.
Di Vietnam, lini bisnis kendaraan listrik roda dua VinFast mencatatkan pertumbuhan yang fenomenal, yakni mencapai 570 persen dalam setahun terakhir dengan total penjualan hampir 400.000 unit.
Keberhasilan tersebut bukan hanya soal teknologi, melainkan strategi agresif dalam membangun hampir 600 titik penjualan dan memperkuat layanan purnajual serta infrastruktur pengisian daya.
Pola keberhasilan inilah yang kini coba direplikasi di tanah air untuk mengubah skuter listrik dari sekadar tren menjadi pilihan arus utama. Kehadiran jalur produksi skuter listrik di Subang akan memberikan dimensi baru bagi ekosistem kendaraan listrik nasional.

Berbeda dengan mobil listrik yang seringkali menyasar segmen menengah ke atas, skuter listrik menyentuh langsung denyut ekonomi rakyat, mulai dari pengemudi layanan pengantaran, pelajar, hingga pelaku usaha kecil.
Dengan memproduksi secara lokal, VinFast tidak hanya mematuhi aturan TKDN, tetapi juga memiliki fleksibilitas untuk merancang model yang benar-benar sesuai dengan karakteristik jalanan, kebiasaan berkendara, dan daya beli masyarakat Indonesia yang unik.
Baca Juga: Spesifikasi Limogreen, Taksi Listrik Xanh SM Yang Beroperasi di Indonesia
Pabrik Subang menjadi kepingan terakhir yang melengkapi ekosistem tersebut melalui kekuatan manufaktur. Ketika skuter listrik pertama mulai keluar dari lini produksi tahun depan, kendaraan tersebut tidak akan hadir sendirian di pasar yang asing.
Ia akan meluncur ke tengah ekosistem yang sudah matang, siap membuktikan bahwa mobilitas bersih yang terjangkau bukan lagi sekadar mimpi masa depan, melainkan realitas baru yang akan kita temui di jalanan setiap hari.











