MobilKomersial.com — Ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 menjadi bukti nyata akselerasi transisi energi nasional. Pameran ini mempertemukan berbagai inovator otomotif dalam membangun mobilitas ramah lingkungan yang efisien dan tangguh.
Kehadiran puluhan merek terkemuka mempertegas komitmen bersama dalam mempercepat elektrifikasi. Transisi energi kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menekan emisi serta meningkatkan daya saing.
Baca Juga: Mengulik Detail Spesifikasi MAB Ecotruck Blind Van, Bisa Tempuh 310 Km Sekali Cas!
Perkembangan teknologi baterai dan infrastruktur pendukung kian mempermudah adopsi armada listrik. Penyelenggaraan pameran otomotif ini diharapkan mampu menjadi pendorong utama transformasi mobilitas bersih di Tanah Air.
Ketua Umum Periklindo, Moeldoko menyatakan transisi menuju kendaraan listrik merupakan transformasi besar. “Transisi menuju kendaraan listrik merupakan transformasi besar yang tidak mudah, sehingga membutuhkan kerja sama,” ucapnya saat ditemui, Kamis (29/10).

Moeldoko menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta dukungan pemerintah melalui skema insentif. “Kami juga mendorong dukungan insentif bagi kendaraan listrik komersial,” lanjutnya demi percepatan konversi armada.
Sementara itu, sebagai salah satu pelopor industri lokal, PT Mobil Anak Bangsa tampil memukau di Hall B3 A1. Mengusung tema “Electrifying Your Business”, MAB menghadirkan solusi mobilitas niaga listrik terintegrasi menjawab tantangan pasar modern.
Baca Juga: Bukan Sekadar Logo, DFSK Pertegas Identitas Kendaraan Niaga
Keikutsertaan MAB menjadi langkah strategis memperluas pemahaman manfaat elektrifikasi dunia usaha. Produsen nasional ini menunjukkan bahwa armada listrik mampu memberikan efisiensi nyata pada seluruh rantai operasional.
CEO Mobil Anak Bangsa, Kelik Irwantono menegaskan elektrifikasi bukan sekadar ganti sumber energi. “Elektrifikasi juga merupakan bagian dari transformasi bisnis yang dapat membantu perusahaan bekerja lebih efisien,” urainya.
Kelik menambahkan bahwa kendaraan listrik harus dipandang sebagai aset operasional bernilai tinggi. “Melalui tema Electrifying Your Business, kami ingin mengajak pelaku usaha melihat kendaraan listrik sebagai aset strategis,” tuturnya.
Baca Juga: Wuling Mitra EV Resmi Jadi Armada Tempur Baru DHL Express di Indonesia
Penerapan armada listrik yang sukses membutuhkan pendekatan menyeluruh dari seluruh rantai industri. “Karena itu, MAB tidak hanya menghadirkan kendaraan, tetapi juga membangun pendekatan yang mempertimbangkan kebutuhan,” tegas Kelik.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional beragam, MAB menampilkan portofolio produk niaga komprehensif. Mulai dari chassis 4×2, Ecotruck Blindvan, hingga Electro Electric 3 Wheeler siap mendukung rantai logistik secara prima.

Fleksibilitas chassis 4×2 memberikan kemudahan bagi mitra karoseri merancang armada sesuai kebutuhan. Sementara Ecotruck Blindvan hadir sebagai solusi angkutan perkotaan yang hemat energi, lincah, serta sangat ekonomis.
Variasi lini produk semakin lengkap lewat kehadiran seri Electro, Ecity, E-Rover, FYY, FBY, serta FOO. Komposisi ini membuktikan kesiapan MAB melayani pasar niaga dari skala mikro hingga sektor industri berat nasional.
Baca Juga: Profil MAB Arganta 4×4: Pikap Listrik Buatan Anak Bangsa, Sanggup Tempuh 350 Km Sekali Cas!
Sisi inovasi digital turut diperkuat melalui demonstrasi Mining Command Center berbasis IoT. Teknologi pemantauan cerdas ini memberikan visibilitas real-time terhadap kondisi kendaraan serta manajemen pemeliharaan armada.
Melalui konsistensi inovasi dan penetrasi pasar yang agresif, MAB siap memimpin era baru transportasi. Ajang PEVS 2026 menegaskan peran vital produsen lokal dalam mengawal kemandirian teknologi kendaraan listrik Indonesia.











